21 Pemimpin Dunia; Siap Sambangi Bali

21 Pemimpin Dunia; Siap Sambangi Bali

Bali, Kabarindo- Pemimpin dunia dan para menteri dari 21 negara Asia Pasifik akan berkumpul pekan ini di Bali dengan tujuan mencari cara untuk merevitalisasi perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan menciptakan pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan.

Hari ini, para pejabat senior organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) mengadakan pertempuan dan mencapai keepeakatan untuk mendukung perdagangan bebas dan investasi di kawasan Asia-Pasifik.

Mereka juga setuju untuk terus mengatasi masalah kesenjangan sosial dan masalah lingkungan serta memperbaiki konektivitas antarwilayah untuk memfasilitasi distribusi barang, orang, dan modal lintas perbatasan.

"Negara anggota APEC sepakat untuk bersatu untuk membangun kawasan Asia Pasifik yang tangguh sebagai mesin pertumbuhan, dan mengambil langkah konkrit untuk merealisasikan tujuan ini," ujar Duta Besar Yuri Thamrin, ketua pejabat senior APEC, yang telah merumuskan kerja nyata APEC sepanjang tahun ini seperti dilansir dari laman beritasatu

"Para pemimpin dan menteri akan mendapatkan kesempatan untuk menilai kinerja kami dalam mengurangi hambatan perdagangan seperti yang tertuang dalam perjanjian Bogor Goals, yaitu sepakat menciptakan perdagangan bebas dan investasi di Asia Pasifik hingga tahun 2020," tambahnya.

Yuri mengatakan komitmen ini juga akan menjadi panduan bagi negara anggota APEC untuk mengatasi masalah domestik negara-negara anggota, mengembangkan kebijakan yang dapat mendorng usaha kecil dan menengah masuk ke pasar global, serta menjamin pembangunan infrastruktur yang layak dalam rangka menyambut integrasi bisnis dan perorangan.

Para pemimpin APEC akan berkumpul selama dua hari (7-8 Oktober) untuk membahas berbagai macam kebijakan. Pemimpin yang akan datang antara lain, adalah: Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Presiden Chile Sebastian Pinera, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan lain-lain.

Mereka juga akan bertemu dengan pengusaha-pengusaha ternama yang akan memberikan masukan untuk memperbaiki iklim usaha.

Sementara itu, pertemuan setingkat menteri akan diadakan pada tanggal 4-5 Oktober. Pertemuan akan membahas teknis kerjasama antarnegara anggota dan dengan pelaku usaha.

"Kawasan APEC terkena dampak ketidakpastian ekonomi dan masih dalam masa pemulihan serta beradaptasi dengan kebijakan-kebijakan stimulus yang digunakan untuk memulihkan ekonomi," ujar Alan Bollard, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC.

Bollard akan menjadi pembicara mengenai tren ekonomi dalam konferensi pers hari Kamis besok.

"Pertemuan pekan ini dapat memperbaharui kepercayaan terhadap perekonomian dengan cara meningkatkan perdagangan, investasi, dan konsumsi domestik.

"Salah satu agenda yang tidak kalah penting dari penyelenggaraan pertemuan APEC ini adalah menciptakan landasan untuk menjamin suksesnya pertemuan World Trade Organization (WTO) di Bali bulan Desember nanti," ujar Bollard seperti dilansir dari laman antaranews.

WIlayah APEC adalah rumah bagi 3 miliar penduduk dan berkontribusi terhadap 45 persen perdagangan dunia dan separuh dari pendapatan domestik bruto global.