2016; Jadi Tahunnya Virtual Reality

2016; Jadi Tahunnya Virtual Reality

Surabaya, Kabarindo- Virtual reality makin populer pada era digital saat ini.

Nama-nama besar di virtual reality membuat cukup banyak kemajuan tahun ini, namun belum seberapa bila dibandingkan dengan adopsi mainstream. Menatap ke masa depan, tampaknya momentum ini bisa berubah sangat cepat pada 2016. Berikut alasan yang dipaparkan SAP dalam rilis yang diterima pada Rabu (23/3/2016).

Oculus Rift
Akuisisi Facebook terhadap Oculus Rift menyatukan tim impian yang sesungguhnya dari game dan menyeleksi bakat untuk mengantar virtual reality kepada khalayak mainstream. Samsung Gear VR, solusi virtual reality portabel yang didukung oleh Oculus, terjual habis tak lama setelah produksi pertamanya tahun ini. Facebook berjanji akan terus berinvestasi di virtual reality untuk menjadikannya lebih populer pada kuartal I/2016.

Sony PlayStation VR
Sony PlayStationVR memiliki install-base yang besar dan memungkinkan adopsi mudah untuk permainan. Namun keberhasilan PlayStation VR bergantung pada harga yang belum ditetapkan Sony. Oculus mengatakan, kisaran harga antara 300 – 400 dolar atau lebih rendah jika memungkinkan. Sony mengatakan akan mengumumkan rincian harga untuk PlayStation VR tahun depan. Masyarakat dapat menikmati permainan-permainan yang dijanjikan PlayStation VR akan diluncurkan yaitu Rez Infinite, Golem, Ace Combat 7 dan Job Simulator.

HTC/Valve
HTC/Valve sedang mengembangkan headset HTC Vive yang akan dirilis April ini. Valve telah berkecimpung di industri permainan lebih dari 20 tahun, dengan memproduksi hit seperti Half Life 1 dan 2 dan Portal. Mereka juga memiliki jutaan pemain menggunakan software Steam, komunitas maupun distribusi servis permainan. Valve juga bekerja sama dengan banyak pemain dan penerbit yang memposisikannya pada keuntungan besar untuk mendapatkan traksi awal.

Menurut sebuah posting blog perusahaan baru-baru ini, HTC berencana untuk menjadi tuan rumah konferensi pengembang di Beijing pada 18 Desember dan meluncurkan kit pengembang generasi kedua sebelum masyarakat dapat mulai membeli headset Vive. Juga ada rencana untuk mendistribusikan 7.000 unit untuk pengembang pada awal 2016 dan memulai tur demo global di sejumlah acara industri high-profile.

VR Beyond Gaming
Sementara gaming akan menjadi industri pertama yang mengadopsi VR, hal ini akan berubah dengan cepat. Facebook baru-baru ini mulai melempar virtual reality kepada agen iklan dan Oculus telah memulai Oculus Story Studio yang mewadahi karyawan ex-Pixar yang kini membuat film VR.

Doug Barr, CEO PixieDust VR, yang mengkhususkan diri dalam pengalaman pembangunan rumah virtual reality, mendapat kesempatan membuat film pendek pertama mereka, Henry. Setelah film, Barr mengatakan saatnya bagi konten pendidikan untuk naik daun.

“Bayangkan siswa benar-benar mengunjungi piramida Giza, mengalami skala seutuhnya dan merasa seperti berada di sana. Anda tidak bisa mendapatkan itu dari media dua dimensi yang kita miliki saat ini. Bagi saya, VR bukan tentang tempat-tempat yang bisa anda kunjungi, melainkan tentang tempat-tempat yang tidak bisa Anda kunjungi,” ujarnya.