20 Pembalap Naik Podium; Siap Di Gelar Lebih Besar

20 Pembalap Naik Podium; Siap Di Gelar Lebih Besar

Jakarta, Kabarindo- Kesemarakan event perdana Gymkhana Race War IIMS 2013 yang berakhir Jumat (27/9) tadi malam di sela-sela pameran IIMS 2013 menumbuhkan semangat baru pihak www.dapurpacu.com dan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara.

Rencana pengembangan Gymkhana sebagai cabang baru olahraga otomotif di Indonesia pun mulai dipikirkan. Selain menjadi acara pendukung tetap IIMS mendatang, ada pula kemungkinan membuatnya menjadi serial lomba dengan bekerjasama dengan pihak Pengprov IMI (Ikatan Motor Indonesia) DKI Jaya.

“Balapan yang mengkombinasikan skill slalom test dan drifting ini ternyata dapat sambutan luarbiasa dari peserta maupun sponsor. Lebih dari ekspetasi awal. Panitia pun sampai terpaksa membatasi starter hanya sampai 60,” ujar Andry A Adrian selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Ya, melihat sambutan itu dan juga antusiasme penonton yang merupakan pengunjung IIMS sepertinya memang layak mengembangkan Gymkhana dalam khasanah olahraga otomotif Tanah Air.

“Hanya satu sayangnya, treknya terlalu kecil sehingga terbatas mendesain lintasan dan variannya. Ini PR kami untuk event berikutnya,” tambah Andry.

Dalam balapan pertama ini tercatat 20 pembalap yang mengisi rekor bersejarah sebagai para pemenang event Gymkhana pertama di Indonesia. Di kelas 1.000-1.200 cc, seperti janjinya, Alinka Hardianti membuktikan diri mampu mengalahkan para driver pria di kelas itu dan muncul sebagai juara. Rekan setimnya pengguna Toyota Etios, Mico Sahputra, menempati urutan kedua. Tiga pendamping mereka di podium adalah Tommy Wijaya, Eddy Sadikin, dan Roy Tanga yang semuanya mengendarai KIA Picanto.

Di kelas 1.201-1.400, James Sanger sukses ‘mencari aman’ dengan keunggulan 3,5 detik di empat heat awal. Ia justru mempertajam waktu dalam dua heat terakhir sehingga unggul sekitar 5 detik atas pesaing terdekatnya, Reindy HSC, yang juga mengendarai Honda Brio. Kelas ini benar-benar didominsai Honda Brio karena tiga pemenang lainnya juga dari kubu yang sama, masing-masing Bernard, Samuel, dan Edy Century.

Rivalitas seru di kelas 1.401-1.600cc akhirnya dimenangkan dua pembalap Toyota Yaris, Anggana OHP dan Demas Agil. Urutan 3 sampai 5 ditempati Eddy Sadikin, Anjasara, dan Mario Claudio yang semeunya menggeber Honda Jazz.

Sayang, sukses pembalap muda Demas di kelas itu tak berlanjut di kelas FFA (Free For All). Dengan pacuan Nissan 200SX ia hanya sanggup menempati peringkat kelima, kalah satu step dengan sang ayah Agus Johansyah yang menempati urutan 4 dengan pacuan yang sama. Posisi juara dan urutan dua-tiga ditempati Indra Satya (BMW), Putu Indra (Polaris RZR-UTV), dan Rendy Riupassa (BMW).

“Yah, lumayanlah, masih ada sisa-sisa masa lalu,” ujar Agus yang merupakan pembalap nasional angkatan 1980-an.