122 Pemuda Lubukbasung; Ikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

122 Pemuda Lubukbasung; Ikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

Lubukbasung, Sumbar, Kabarindo- Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengadakan pelatihan Khatib Jumat dan penyelenggaraan jenazah bagi 122 remaja dan pemuda daerah itu, Sabtu.

Ketua Umum BKPRMI Kecamatan Lubukbasung, Supriadi, mengatakan peserta pelatihan yang diadakan di aula Kementerian Agama Kabupaten Agam, berasal dari utusan nagari se-Kecamatan Lubukbasung.

Ia menambahkan, pelatihan ini diadakan selama dua hari Sabtu hingga Minggu (22/3). Pada hari pertama, pelatihan penyelenggaraan jenazah dan hari kedua pelatihan Khatib Jumat.

Pemateri di antaranya dosen UMSB Padang Firdaus, guru Pondok Pesantren H. Miskin Padang Panjang Mutaqin, dan dari Kanwil Kemenag Sumbar Amrizal.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperbanyak warga yang bisa tampil menjadi khatib Jumat dan penyelenggara jenazah, karena masih ada masjid di Lubukbasung tidak jadi melaksanakan shalat Jumat akibat khatibnya tidak datang dan juga sulitnya mencari orang untuk penyelenggaraan jenazah.

"Ini tanggung jawab kita bersama sebagai umat muslim untuk mengatasi persoalan tersebut," katanya.

Supriadi mengharapkan, peserta yang mengikuti pelatihan ini betul-betul bisa merealisasikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat dan jangan hanya sekadar mengikuti pelatihan saja.

"Jangan sampai kita menghindar-hindar jika suatu saat dipanggil masyarakat untuk menjadi khatib atau penyelenggara jenazah," tegasnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Agam, Isman Imran memberikan apresiasi kepada BKPRMI atas dilaksanakan pelatihan tersebut dan mudah-mudahan dengan pelatihan ini bisa lahir mubaligh baru.

"Dengan pelatihan ini, kita bisa membangkitkan semangat jiwa muda untuk belajar menjadi mubaligh yang akan menjadi penuntun di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Untuk itu, jangan sampai ada masjid tidak dipakai untuk menyelenggarakan shalat Jumat, karena tidak ada khatib dan jangan sampai tidak ada penyelenggara jenazah seperti dilansir dari laman antaranews.