100% Cinta Produk Indonesia; Merebak Sampai Ke Hong Kong

100% Cinta Produk Indonesia; Merebak Sampai Ke Hong Kong

Causewaybay, Hong Kong, Kabarindo- Siapa dari Anda yang pernah ke Hong Kong dan mampir sesaat di seputaran kawasan Victoria Park, Causewaybay ?

Pasti tahu, Indo Market, Warung Malang, Warung Chandra, atau BMI Store dan masih banyak lagi yang berjumlah puluhan resto serta mini market berdampingan dengan cabang perbankan seperti Mandiri, BCA dan lainnya.

Tidak hanya karena memang, KJRI berada di kawasan tersebut tapi memang Victoria Park menjadi sentra liburan bagi para TKW atau kerap disebut Buruh Migran Indonesia atau disingkat BMI.

"Yah, belanja noodles paling enak yang Mie Sedap mas atau beberapa varian produk Indofood yang memang banyak di Indo Market atau Warung Chandra dan beberapa mini market kawasan sini. Saat liburan Minggu dan tidak hanya itu karena dari seminggu tinggal pilih saja mau libur dihari apa karena hak BMI itu dari 6 hari kerja dan 1 hari libur. Tidak hanya mie instan tapi kecap bango, sambel, ada terasi sampai banyak produk kosmetik dan barang-barang perawatan tubuh dari Unilever dapat ditemui dengan mudah dengan harga yang tidak begitu jauh dari tanah air dengan kemasan khusus tentu saja," papar Sopi Yana lugas sebagai BMI yang kebetulan majikannya tinggal di Causewaybay.

Pasar produk pangan dalam kemasan dari tanah air sudah 1 dekade terakhir ini memang menyeruak dinamis. Tidak hanya populasi BMI yang pasang surut dari sisi angka dari 125 ribu- 175 ribu belum termasuk ekspatriat PNS atau swasta yang berwirausaha di negeri Beton tersebut.

Redaksi pun sempat memantau Macau, walau tidak sebesar Hong Kong tapi beberapa mini market yang memang dimiliki oleh BMI yang berhasil nikah dan menetap juga ikut memasarkan produk-produk dari tanah air, mulai dari produk perawatan tubuh, makanan dalam kemasan sampai berbagai obat serta produk herbal pun dapat ditemui dengan mudah.

"Harga tidak terlalu mahal dan kami semua ini hanya tahu produk yang sudah biasa digunakan dari kampung halaman sehingga keberadaan produk-produk tersebut apalagi sambal atau terasi khas tanah air mengobati rasa rindu akan kampung halaman," jelas bunda sapaan BMI yang menetap dan punya minimarket di Macau.

Sementara itu saat redaksi menyambangi KJRI bersama dengan para pelaku ekonomi kreatif yang terdiri dari para desainer dan dancer. Konjen Hong Kong dan Macau, Chalief Akbar kembali menegaskan kecintaan TKW dan orang-orang Indonesia dengan berbagai produk dari tanah air yang sudah brand memang sangat tinggi sehingga tak ada salahnya stempel 100% Cinta produk Indonesia diberikan sehingga membuka peluang masuknya perdagangan dinamis antar dua negara yaitu Hong Kong dan Indonesia.

Dari pemantauan redaksi, berbagai produk sudah dalam kemasan yang sudah disesuaikan dengan standar perdagangan Hong Kong sehingga terlihat jelas sudah dalam bahasa kantonis atu mandarin selain bahasa Inggris yang memang banyak di antara bangsa lain seperti Belanda, Jerman, Turki atau orang China serta Hong Kong justeru menyukai noodles/mie instan dari Indonesia.

Apalagi dari beberapa agenda yang ada dari kementerian perdagangan yang diberitakan redaksi sudah sering menggelar pameran. Dari handicraft, jewelery, produk pangan sampai ekonomi kreatif lainnya di Hong Kong Convention & Exhibition yang berada di daerah Wanchai.

Jadi sangat tepat produk herbak, jamu dan berbagai brand handicraft yang handmade go international ke Hong Kong dan menjadikan BMI sebagai sales atau sebagai perpanjangan tangan karena sudah banyak BMI yang jadi enterpreneur di negeri beton tersebut.


Bravo for Indonesia di Hong Kong................!