10 Ribu Pohon Bakau; Hijaukan Pesisir Jawa Timur

10 Ribu Pohon Bakau; Hijaukan Pesisir Jawa Timur

Pasuruan, Kabarindo- Sebanyak 10 ribu pohon bakau telah menghijaukan sepanjang pesisir Jawa Timur seluas empat hektar lahan atau 40 ribu meter persegi.
 
Ribuan pohon bakau tersebut ditanam oleh para karyawan PT Henkel Adhesives Technologies di Pasuruan yang bergerak dalam usaha Laundry & Home Care, Beauty Care dan Teknologi Adesif.
 
Menurut Allan Yong, Presiden Henkel Indonesia, inisiatif ini bertujuan mengurangi banjir dan melindungi garis pantai dari abrasi air laut. Indonesia termasuk negara di dunia yang memiliki hutan bakau (mangrove) terbesar yaitu 27% dari mangrove di dunia dan 75% di Asia Tenggara. Tetapi populasi ini dengan cepat hilang atau berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
 
“Hutan bakau berperan penting dalam menjaga ekosistem daerah pesisir, termasuk menjadi habitat bagi sejumlah spesies flora dan fauna khas pesisir,” ujarnya dalam penanaman di lokasi lahan Pusat Konservasi Mangrove di Nguling, Kabupaten Pasuruan, JawaTimur, pada Sabtu (9/8/2014).
 
Yong percaya, upaya menanam pohon bakau di sepanjang garis pantai Pasuruan bisa memberi sumbangan untuk melindungi lingkungan hidup dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
 
Sejak 4 Agustus, karyawan pabrik Henkel di Pasuruan mengunjungi lokasi konservasi setiap hari untuk menanam bakau. Dalam waktu lima hari, 9.850 pohon bakau telah ditanam di atas lahan seluas 4 hektar.
 
Untuk menandai akhir dari fase penanaman, tim manajemen Henkel bersama 50 karyawan menanam 150 pohon tambahan di lokasi konservasi pada Sabtu kemarin. Aksi ini menggenapkan jumlah 10 ribu pohon bakau yang ditanam di lokasi tersebut. Untuk memantau dan memastikan pertumbuhan hutan bakau yang sehat, karyawan akan terus mengunjungi secara berkala selama tiga bulan ke depan.
 
Penanaman tersebut dihadiri Mukarim, peraih penghargaan Kalpataru bidang Lingkungan Hidup pada 2005. Ia menyatakan rasa gembira karena makin banyak yang peduli terhadap lingkungan dengan menanam pohon bakau yang bermanfaat sebagai sabuk hijau di sepanjang pesisir. Hal ini penting untuk mencegah abrasi air laut.
 
Mukarim menuturkan, ia tergerak untuk mulai menanam pohon bakau di sepanjang pesisir Pasuruan sejak 1986 karena kawasan tersebut gersang dan mengalami abrasi. Upayanya ini dilecehkan banyak orang yang menganggapnya stres dengan melakukan tindakan yang sia-sia. Namun ia tidak menggubris dan terus bekerja sendirian.
 
Setelah melihat kegigihannya dan hasilnya, masyarakat mulai menghargai dan turut membantu. Begitu pula berbagai perusahaan, lembaga swasta maupun instansi pemerintah ikut turun tangan. Bahkan pihak asing juga merangkul Mukarim dengan meminta sarannya dalam upaya konservasi atau memintanya sebagai pembicara dalam seminar. Kini lahan yang ditanami bakau oleh Mukarim mencapai 57 hektar.
 
“Mari kita terus menanam pohon bakau untuk kelestarian lingkungan demi anak cucu kita. Hanya ini yang bisa dan penting sebagai warisan kepada generasi mendatang. Tugas mereka nanti adalah memelihara lingkungan dan terus mengembangkannya,” ujar Mukarim