10 Ribu Personel Polisi; Amankan Arus Balik Ke Jakarta

10 Ribu Personel Polisi; Amankan Arus Balik Ke Jakarta

Jakarta, Kabarindo– Berakhirnya masa arus mudik, Polri mengerahkan sebanyak lebih dari 10 ribu personel di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada arus balik lebaran yang terjadi hari ini.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny Franky Sompie mengatakan bahwa penerjunan ribuan personel tersebut dikerahkan untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi di Pantura.

Pasalnya jumlah kendaraan terutama dari jenis sepeda motor diperkirakan akan membanjiri Pantura sejak hari ini hingga Minggu besok. “Kami menyarankan agar pada arus balik nanti pemudik tidak menggunakan sepeda motor,” kata Ronny, Jumat (9/8) kemarin seperti dilansir dari laman jpnn.

Ronny menjelaskan, dari jumlah tersebut Polda Jawa Barat menjadi penyumbang personil terbesar yaitu 6.200 personil untuk mengamankan arus balik dari Cirebon menuju Jakarta. “Tiap 200 meter dari Cirebon hingga Jakarta aka nada personil yang akan berjaga,” ujar Ronny.

Ronny juga melansir beberapa lokasi di Pantura yang memiliki potensi kemacetan saat arus balik lebaran. Di antaranya adalah pelabuhan Ketapang, Banyuwangi yang diprediksi mengalami kemacetan karena menjadi salah satu pintu gerbang masuk ke Pulau Jawa. “Pos-pos di Pelabuhan Gilimanuk masuk ke Banyuwangi pasti macet. Kemacetan juga akan terjadi di Brebes masuk ke Cirebon dan Pejagan,” paparnya.

Selain itu, beberapa lokasi seperti di pintu tol Kanci, Cikopo, dan Cikampek juga akan mengalami kemacetan akibat volume kenndaraan yang membeludak menuju Jakarta. “Di pintu masuk tol tersebut nanti akan terjadi kemacetan seperti neck bottle karena volume kendaraan yang lebih besar,” ucapnya.

Meski diprediksi akan terjadi kemacetan di lokasi-lokasi tersebut, namun Ronny berharap agar kondisi di Pantura saat arus balik tetap stabil dengan kondisi saat arus mudik kemarin. “Saya minta nanti pengendara sepeda motor tidak menyerobot ke sisi jalan lain dan melawan arus. Harap sabar, pasti jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk arus balik di jalur tengah dan jalur selatan akan lebih kondusif daripada yang terjadi di jalur Pantura. Hal ini, seperti yang diterangkan Ronny, menjadi kecenderungan pemudik yang memilih melewati jalur Pantura baik ketika arus mudik maupun arus balik. “Mungkin karena banyak tempat yang bisa dikunjungi di Pantura,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan bahwa hingga hari H (8/8) jumlah kecelakaan yang berakibat korban jiwa masih cukup memprihatinkan. Agus memaparkan bahwa pada hari H, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 44 orang. Korban luka berat akibat kecelakaan mencapai 83 orang. Total kecelakaan hingga Kamis (8/8) lalu mencapai 2.749 kejadian.

Sehingga dengan angka tersebut, total keseluruhan korban tewas hingga hari H menyentuh angka 276 orang. “Dengan angka ini berarti mengalami tren kenaikan 1,8 persen,” kata Agus.

Tahun lalu, total angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di masa mudik dan balik mencapai 908 orang. Penyebab utama kecelakaan hingga menyebabkan korban tewas adalah faktor kelelahan saat melakukan perjalanan. “Sampai dengan hari H kasus kecelakaan gara-gara mengantuk mencapai 319 kasus,” tambahnya.

Kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut meliputi kendaraan roda dua sebanyak 1.897, mobil penumpang sebanyak 426 kendaraan, bus sebanyak 109, dan mobil barang 232 kendaraan. Hingga tahun ini, kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua. "Sampai dengan hari ini kendaraan yang terlibat pelanggaran total sebanyak 29.750 unit kendaraan,” terangnya.