Wamendag Sambut Pekan Terakhir Ramadhan; Sambangi Pasar Johar Semarang

 Wamendag Sambut Pekan Terakhir Ramadhan; Sambangi Pasar Johar Semarang

Semarang, Kabarindo– Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, kemarin (17/7), meninjau Pasar Tradisional Johar di Semarang, Jawa Tengah.

Untuk memantau secara langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Pemantauan ini dilakukan sebagai rangkaian Program Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2014, khususnya bulan puasa dan Lebaran guna memperoleh fakta riil perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat di Kota Semarang pada minggu ke-3 bulan puasa tahun ini.

“Dari hasil pemantauan yang telah dilakukan Menteri Perdagangan di Pasar Tradisional Kosambi Bandung dan Angso Duo Jambi, serta pada pemantauan di Pasar Johar Semarang hari ini, hampir semua barang kebutuhan pokok relatif stabil dan stok dalam kondisi cukup,” ungkap Bayu di Pasar Johar, Semarang. Bayu mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan barang kebutuhan pokok pada bulan puasa dan menjelang Lebaran tahun ini masuk dalam kategori cukup.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga barang kebutuhan pokok di Pasar Johar per 17 Juli 2014 dibanding seminggu sebelumnya, 10 Juli 2014, terpantau stabil dan cenderung mengalami penurunan harga. Komoditas yang mengalami penurunan harga adalah minyak goreng curah dari Rp 10.350/liter menjadi Rp 9.990/liter, daging ayam ras dari Rp 28.000/kg menjadi Rp 27.600/kg, dan bawang merah dari Rp 19.400/kg menjadi Rp 18.600/kg. Sedangkan harga beras, gula pasir, daging sapi, telur ayam ras, tepung terigu, kedelai, dan bawang putih harganya stabil masing-masing Rp 9.000/kg, Rp 10.000/kg, Rp 89.000/kg, Rp 18.500/kg, Rp 7.600/kg, Rp 8.540/kg, dan Rp 14.600/kg.

Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe merah besar dari Rp 9.200/kg menjadi Rp 9.800/kg, cabe merah keriting dari Rp 7.800/kg menjadi Rp 8.600/kg, dan cabe rawit merah dari Rp 9.400/kg menjadi Rp 11.800/kg. “Kenaikan harga cabe disebabkan oleh kenaikan permintaan masyarakat yang cukup tinggi untuk bumbu-bumbu masakan. Namun jika dibandingkan tahun lalu, harga cabe tahun ini jauh lebih rendah dan relatif stabil,” ungkap Bayu.

Pada kunjungan ini, Wamendag juga berkesempatan meninjau pasar murah yang berlokasi di Rusunawa Genuk, Semarang, yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Pasar murah ini menjual 2.000 paket barang kebutuhan pokok dengan harga Rp 30.000 per paket yang terdiri dari beras 2,5 kg; minyak goreng 1 liter; dan gula pasir 1 kg.

Harga tersebut lebih hemat 35% dari harga jual per paket riil di pasar yang sebesar Rp 46.250.

Beberapa stakeholders yang berpartisipasi dalam pasar murah ini antara lain PT. Wilmar, PT. Best Terigu, PT. Sriboga Ratu Raya, PT. Coca Cola, PT. Indofood, PT. Indofood Fritoley, PT. Indo Sentra Pelangi, PT. Sukasari Sirup, PT. Nissin Biskut, Pasar Swalayan Ada, PT. Sungai Budi Tepung Rose Brand, dan Persatuan Pedagang Pasar Johar. "Pasar murah ini bukan untuk mendistorsi harga petani atau harga produsen, tetapi sebagai mekanisme agar harga dapat terkendali," jelas Bayu.

Setelah meninjau pasar murah, Bayu mengunjungi pusat perbelanjaan Carrefour di Jalan Pemuda, Semarang. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan kadaluarsa. Namun demikian, pada peninjauan kali ini tidak ditemukan produk pangan yang kadaluarsa di pusat perbelanjaan tersebut.

Wamendag yang didampingi Kepala Dinas Pasar Kota Semarang juga berkesempatan meninjau pembangunan Pasar Bulu Semarang yang tengah dalam penyelesaian pembangunan oleh Pemerintah Kota Semarang. Pembangunan Pasar Buru merupakan salah satu implementasi dari komitmen pemerintah meningkatkan citra pasar tradisional yang dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan pasar dan toko modern. Kementerian Perdagangan telah merevitalisasi Pasar Buru sejak 2012 dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dan dana APBD sebesar Rp 51 miliar. Wamendag menilai letak Pasar Buru yang strategis di jalan protokol dapat memacu pertumbuhan ekonomi di area sekitarnya sehingga tumbuh berbagai kegiatan perekonomian, antara lain rumah makan, warnet, dan pusat oleh-oleh yang direncanakan akan tersedia di Pasar Buru. “Pasar Buru akan menyediakan komoditas dagang untuk kebutuhan sehari-hari yang cukup lengkap dengan situasi pasar cenderung aman dan mudah diakses,” imbuh Bayu. Pasar Buru yang berlokasi di Kecamatan Semarang Selatan berdiri di lahan seluas 8.501 m2 dengan luas bangunan 5.000 m2. Pasar ini dapat menampung 1.510 pedagang, 162 kios, 845 los, 92 dasaran, dan 349 pancaan yang direncanakan siap ditempati pada 2015 mendatang. Bayu menjelaskan bahwa program revitalisasi pasar yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melalui dana alokasi khusus dan tugas pembantuan ini merupakan upaya mendorong percepatan pembangunan di daerah. Pada sektor perdagangan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah ialah melalui penguatan pasar domestik. Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa hingga menjelang Lebaran nanti, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan kunjungan pasar secara intensif untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat. Selain melakukan pemantauan langsung ke Pasar Johar dan Pasar Murah, Wamendag bersama jajaran Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah juga mengunjungi pabrik gula Gendhis Multi Manis di Blora, Jawa Tengah, dan melakukan interaksi dengan para petani gula setempat.