Mobil123.com Sosialisasikan Eco Driving; Cara Bijak Berkendara

 Mobil123.com Sosialisasikan Eco Driving; Cara Bijak Berkendara

Surabaya, Kabarindo- Mobil123.com Nissan College melakukan sosialisasi Eco Driving di acara Temu Blogger di Surabaya yang mengangkat topik “Eco Driving, Mau Gak Tekor?” dengan menghadirkan narasumber dari Nissan Motor Indonesia.

Pada kesempatan tersebut diberikan informasi seputar pertumbuhan kendaraan bermotor dan mengemudi secara bijak bersama Sugihenti dari Nissan College, Nissan Training Center.

“Kami ingin berkontribusi aktif dalam program sosialisasi dan edukasi publik mengenai Eco Driving. Dengan pemahaman yang benar, hal ini akan memberikan manfaat bagi pengendara dari sisi keselamatan, efisiensi penggunaan bahan bakar maupun lingkungan sekitar,” ujarnya pada Senin (28/11/2016).

Indra Prabowo, Managing Editor mobil123.com, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan wadah edukasi inspiratif kepada masyarakat dengan menggelar rangkaian talkshow dan tatap  muka dengan berbagai kalangan termasuk blogger.

“Setelah Bandung, Surabaya menjadi destinasi talkshow yang mengusung topik hangat terkait dengan otomotif agar semakin banyak masyarakat yang mengerti seputar dunia otomotif,” ujarnya.

Data OICA & Wardsauto pada 2010 menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor di dunia mencapai 1 milyar unit. Angka ini diperkirakan menjadi 2 milyar unit pada 2035 mendatang. Produksi kendaraan bermotor selama 2010-2015 juga meningkat dari 77,6 juta unit menjadi 90,8 juta unit atau lebih besar dari 84,6 juta unit/tahun.

Kondisi tersebut menyumbang kontribusi yang cukup tinggi terhadap konsumsi energi pada sektor transportasi darat yang setiap tahun tumbuh dari 81,1 quadrillion Btu pada 2014 menjadi 101,7 quadrillion Btu pada 2035 (berdasarkan data dari Navigant Research). Industri transportasi darat juga menyumbang limbah CO2 sekitar 16%, urutan ketiga setelah industri listrik dan pemanasan (43.9%) serta manufaktur dan konstruksi (18.2%).

Hal ini menjadi perhatian pemerintah dan beberapa produsen kendaraan bermotor untuk membantu mengerem limbah CO2 serta mengirit penggunaan bahan bakar fosil dengan berbagai langkah inovasi dan preventif. Salah satunya dengan memproduksi mesin kendaraan bermotor yang dapat meningkatkan efisiensi BBM dan mereduksi kadar CO2 atau membuat kendaraan otonom.

Pemerintah juga gencar mencari bahan bakar alternatif yang dapat berkontribusi terhadap lingkungan hidup serta memperbaiki infrastruktur. Namun tak kalah penting adalah perilaku pengemudi yang berorientasi pada efisiensi penggunaan bahan bakar.

Kesadaran masyarakat terhadap kondisi tersebut mendorong mereka untuk menerapkan Eco Driving, cara mengemudi yang mengoptimalkan manfaat bahan bakar dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan. Eco Driving juga berkontribusi terhadap pelestarian.

Ada 3 aspek dari keterampilan mengemudi yang perlu diketahui yaitu:
1)  Defensive Driving: mengemudi untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang.
2)  Safety Driving: mengemudi aman dan selalu berpikir jauh ke depan serta waspada terhadap segala resiko.
3) Eco Driving: mengemudi untuk menghemat waktu, biaya dan ramah lingkungan.
Eco Driving menjadi pilihan terbaik dari 3 kategori skill mengemudi, karena mengombinasikan teknik mengemudi Safety Driving dengan psikologi dari Defensive Driving. Namun Eco Driving juga membutuhkan persiapan sebelum berkendara dan kemampuan berkendara.