Koalisi Online Pesona Indonesia; Dukung Harapan Presiden RI Jokowi Tentang Eksistensi Bloggers

 Koalisi Online Pesona Indonesia; Dukung Harapan Presiden RI Jokowi Tentang Eksistensi Bloggers

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Pasca pelaksanaan temu kompasianer bersama presiden RI Joko Widodo.

Salah seorang pengagas KOPI- Koalisi Online Pesona Indonesia, Aida MA yang juga CEO Batavia Publishing dan novelis dari 19 judul yang sangat produktif.

Aida mengomentari pemberitaan perihal harapan Presiden Jokowi tentang keberadaan para bloggers.

"Bloggers sebagai salah satu komponen masyarakat Indonesia, sepatutnya menjadi saksi dan pendukung untuk menginformasikan goodnews yang objektif terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Ini akan berbeda dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, blogger bisa menjadi musuh dari pemerintah, karena dianggap sebagai masyarakat oposisi dan mengkritik pemerintahan.

Rencana Presiden Jokowi mengikutsertakan blogger dalam kunjungan kerja presiden ke daerah-daerah bisa menjadi kekuatan positif sekaligus energi positif untuk mengawal kinerja pemerintah," paparnya lugas dari WA yang diterima redaksi.

Lanjutnya ia jelaskan bahwa blogger saat ini bukan hanya memberikan kritikan yg destruktif namun bisa menjadi penyebar semangat untuk menginformasikan prestasi baik kepada masyarakat.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan dari rilis yang diterima redaksi.

"Indonesia perlu banyak tulisan optimisme, menulis di blog sangatlah penting karena akan memberikan pengaruh terlebih lagi bagi blog yang memiliki gaya tulisan yang hebat. Untuk itu, saya berharap agar blogger-blogger lebih banyak lagi menulis suatu tulisan yang memberi rasa optimimse kepada publik," tukasnya di hadapan ratusan bloggers.

Lanjut ia sampaikan bahwa tulisan-tulisan yang menyadarkan pentingya integritas, pentingnya kejujuran harus ditumbuhkan.

Hal itu disampaikan Joko Widodo ketika bertemu dengan blogger Kompasiana di Istana Negara, Sabtu kemarin 12 Desember 2015.

Presiden memberi contoh ketika ekonomi melambat, sebenarnya semua negara mengalami perlambatan. Bahkan beberapa negara besar di dunia seperti Rusia mengalami pertumbuhan yang minus. Tidak jarang presiden atau perdana menteri dari suatu negara yang bertanya kepada presiden bagaimana negara sebesar Indonesia mempunyai pertumbuhan 4,8 persen.  turn dari 5 ke 4,8 jurusnya apa.

"Tapi di kita sendiri banyak yang menulis resesi, anjlok," kata Presiden.

Presiden mengatakan bahwa dirinya anti berbicara hal-hal yang negatif, dan pesimis. "Saya ingin menjadikan sebuah kendala itu sebagai tantangan yang harus kita rampungkan. Bisa kita hadapi kalau kita bersatu," ucap Presiden.

Untuk membangun negara kita, kata Presiden, kita harus menumbuhkan trust atau kepercayaan untuk mendatangkan investor karena kita berjualan kepercayaan. "Presiden dibilang gila, presiden sarap, presiden koppig, saya tidak apa-apa. Tapi jangan menjelekkan negara kita sendiri, jangan menjelekkan pemerintah," kata Presiden.

Sebenarnya, kata Presiden, mengubah Indonesia adalah mengubah sistemnya.

"Sistem akan menjadikan orang terbiasa, terbiasa akan menjadikan orang sebuah kebiasaan dan menjadikan sebuah budaya, sebuah etos," ujar Presiden.

Dengan menggunakan suatu sistem akan memudahkan pengawasan dan juga
turun ke Lapangan Untuk Dapatkan Informasi Akurat

Dalam pertemuan ini, Presiden menjelaskan kenapa dirinya sering turun ke lapangan adalah untuk mengontrol langsung pekerjaan. Hal ini dijalankan oleh Presiden karena setiap kali ke lapangan akan mendapat informasi tambahan yang tidak mungkin diterimanya seandainya tidak turun ke lapangan. "Dengan ke lapangan akan memperkaya masalah dan problem sehingga membangun sistemnya akan lebih tepat," ujar Presiden.

Blogger Ikut Kunjungan Presiden Ke Daerah

Presiden menyanggupi permintaan blogger Kompasiana yang ingin turut serta dalam kunjungan kerja Presiden ke daerah dengan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

"Kami akan menulis dari sisi lain, berbeda dengan wartawan yang berasal dari media," ucap salah satu blogger.

Presiden pun meminta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk mengikutsertakan dua orang blogger. "Yang menentukan siapa terserah. dua dulu, siapa nanti kita tentukan," ujar Presiden.



Bravo Bloggers.............!