Koalisi Indonesia BISA Gandeng Artha Graha Peduli Sahabat Anak; Gelar Workshop Nasional

 Koalisi Indonesia BISA Gandeng Artha Graha Peduli Sahabat Anak; Gelar Workshop Nasional

Hotel Treva Internasional, Cikini, Menteng, Jakarta, Kabarindo- Maraknya kasus anak dengan problematika yang ditimbulkan ternyata bermuara pada ketidaksiapan semua pihak.

Tidak hanya pemerintah maupun swasta tapi keterbatasan petugas atau elemen masyarakat berupa RELAWAN sangat minim malah bisa disebut tidak ada sama sekali.

Hal itu paling tidak tersirat dari realitas sesungguhnya sehingga pantas ada klaim Indonesia Darurat Perlindungan Anak. Sah-sah saja Kabinet Kerja Jokowi dalam hal ini Menteri Yohana S Yembise yang mengutus Deputi Perlindungan Anak, Wahyu mengajak Koalisi Indonesia BISA dan Artha Graha Peduli Sahabat Anak untuk saling bersinergi membantu KPAI, Komnas PA dan KemenPP& PA.

Saatnya Indonesia dari berbagai daerah seperti Gorontalo, Jogjakarta, Kota Makassar, Medan, Pekabanru, Padang, Bandung, Surabaya, Semarang, Pontianak dan lainnya menggerakkan poteni Volounteerism. Paling tidak keberadaan RELAWAN terbukti sampai ke level RT – RW sangat membantu mata dan telinga pemerintah, LSM dan Lembaga Anak agar bisa memantau sampai sejauh mana efektivitas UU PA berjalan baik setelah 12 tahun.

"Relawan tersebut haruslah dalam kategori SAHABAT ANAK yang artinya memiliki KOMPETENSI dan standar kualifikasi yang memenuhi syarat untuk melakukan pendampingan tidak hanya melaporkan kasus-kasus anak ke kepolisian atau MEDIA. WORKSHOP NASIONAL RELAWAN SAHABAT ANAK memiliki CAPAIAN berstandar nasional, yaitu:
1.    Memenuhi kualifikasi sebagai pendamping RAMAH ANAK yang mengerti dan tahu isi daripada UU PERLINDUNGAN ANAK 23 tahun 2002 secara literasi dan aplikasi.
2.    Bersama dengan Fakultas Psikologi UPI YAI mendapat Dasar-Dasar Psikologi sederhana agar bisa berSAHABAT dengan anak bersama dalam penyelesaian kasus Anak.
3.    Dapat berSINERGI dan berKOORDINASI dengan pejabat TP2TPA di tingkat Pemprov dan Pemkab sehingga dapat membentuk Satuan Tugas di tingkat Kecamatan di daerah masing-masing.
4.    Menjadikan MEDIA dan KEPOLISIAN sebagai SOLUSI Efektif mengatasi Kasus Anak," papar Ida Laniari sebagai Project Manager Koalisi Indonesia BISA-KIB.

Lanjut ia sampaikan bahwa tidak hanya sosialisasi tapi juga peran serta masyarakat yang berkelanjutan dan terarah guna menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Tindakan ini dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan terbaik bagi anak yang diharapkan sebagai penerus bangsa yang potensial, tangguh, memiliki nasionalisme yang dijiwai oleh akhlak mulia dan nilai Pancasila, serta berkemauan keras menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Apalagi dalam hal ini keterlibatan dari Artha Graha Peduli yang dimulai saat Peringatan 25 Tahun Konvensi Hak Anak PBB 1989 10 November lalu, Artha Graha Peduli Sahabat Anak menfasilitasi kegiatan ini sehingga RELAWAN menjadi kekuatan baru untuk bisa membantu Lembaga Perlindungan Anak – LPA daerah dengan konsep Training For Trainers untuk dikembangkan di daerah masing-masing sampat level RT-RW.

Workshop ini berkonsep 40 jam dengan lebih dari 17 pemateri tingkat nasional melengkapi kompetensi pendamping kasus anak agar dapat melahirkan solusi untuk kepentingan anak terbaik. Diikuti juga oleh karyawan (i) dari AG Peduli bersama dengan para pengurus Lembaga Perlindungan Anak dari daerah seperti Gorontalo, Papua, Papua Barat, Banten dan lainnya bersama dengan Lawyer Sahabat Anak, biro psikologi dan bareskrim mabes Polri dan para psikolog dari daerah Makassar, Malang, Surabaya dan kota lainnya.

Dari daftar pemateri, selain Prof. Sarlito, ada kak Seto, Kak Arist Merdeka Sirait, Kak Niam KPAI, Kak Kasandra, beberapa anggota dewan seperti kak Desi Ratnasari, kak Rahayu Saraswati atau dari pihak Mabes Polri, ada Kanit PA, kak Ansi, Lawyer Sahabat Anak dari tim pembela keluarga JIS, Johan, SH, motivator kondang Tung Desem Waringin bersama pemateri lainnya sekitar 18-an mulai tadi siang sampai 05 Desember mendatang akan hadir memberikan materi menariknya.



Bravo KIB...........!