Kemenkes; Siagakan Thermal Scanner

 Kemenkes; Siagakan Thermal Scanner

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Kesehatan melakukan berbagai persiapan sebagai langkah antisipasi merebaknya virus korona atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) di Arab Saudi pada musim haji 2013.

"Kita memberikan peringatan agar jamaah haji terhindar dari infeksi virus korona. Sebelum berangkat, dinas kesehatan kita beri pengarahan dan edukasi termasuk dibagikan masker untuk mengurangi risiko tertular," kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti usai acara Sosialisasi dan Koordinasi Program Standardisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan SDM di Hotel Acacia Jakarta, Rabu.

Pembekalan bagi jamaah haji juga dilanjutkan di pesawat dengan menyediakan video mengenai pengetahuan dasar tentang virus serta cara-cara pencegahan penularannya.

Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan alat pengukur suhu tubuh (thermal scanner) bagi para jamaah setelah pulang dari tanah suci untuk memastikan tidak adanya penularan.

"Di beberapa asrama akan ada thermal scanner, untuk mengecek ada suhu tubuh meningkat atau tidak, ada gejala atau tidak. Kalau ada, akan ditindak lebih lanjut," kata Ghufron.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga berharap agar para jamaah haji juga dapat melaporkan dirinya ke fasilitas kesehatan setempat hingga dua minggu setelah kedatangan dari tanah suci jika mengalami gejala-gejala sakit seperti demam tinggi.

Ghufron mengaku Kementerian Kesehatan telah memberikan perhatian tambahan terhadap wabah virus korona tersebut terutama sosialisasi pencegahan penularan, sehingga diharapkan agar jamaah haji asal tanah air tidak ada yang tertular.

"Manajemen antisipasi yang kita lakukan sudah benar, kita harapkan aman," ujar Ghufron.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan sosialisasi telah dilakukan kepada seluruh unsur panitia penyelenggara ibadah haji embarkasi yang terdiri atas Kementerian Agama, asrama haji, Garuda Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Angkasa Pura dan pihak terkait lainnya mengenai MERS-CoV.

"Kami juga mendistribusikan leaflet kepada calon haji dan petugas berisi pesan-pesan bagaimana menjaga kesehatan dan upaya menghindari kemungkinan tertular MERS-CoV selama di Saudi Arabia. Kita juga memastikan agar peralatan pendukung seperti `thermal scanner` dalam kondisi baik dan siap digunakan apabila nanti diperlukan," kata Tjandra.

MERS-CoV merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus (Novel Corona Virus) yang pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi.

Virus SARS 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS CoV dimana MERS-CoV merupakan penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan hingga berat.

Gejalanya dari MERS-CoV adalah demam, batuk dan sesak nafas yang bersifat akut dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid (komplikasi).

MERS-CoV juga belum memiliki vaksin untuk pencegahan, demikian juga pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada dan pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien.

"Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit," kata Tjandra seperti dilansir dari laman antaranews.