Kemdag RI Siap Sejahterakan Petani; Bappebti Genjot Pasar Lelang Komoditas

 Kemdag RI Siap Sejahterakan Petani; Bappebti Genjot Pasar Lelang Komoditas

Bandung, Kabarindo- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sutriono Edi.

Ia terus melakukan terobosan menggenjot kesejahteraan petani dan pedagang dengan mengembangkan Pasar Lelang Komoditas (PLK).

Ini untuk memperpendek mata rantai perdagangan, memberikan kepastian harga, kualitas, kuantitas, dan penyerahan tepat waktu serta cara menyimpan produk pertanian dengan biaya yang paling rendah.

Setelah Jawa Tengah, Bali, dan Jawa Timur, kini Sutriono Edi meluncurkan PLK Bandung, Jawa Barat. Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat diresmikan sebagai penyelenggara PLK. "Revitalisasi PLK kini lebih mengedepankan kemandirian dan profesionalisme.

Diharapkan revitalisasi ini akan membentuk lembaga penyelenggara PLK yang mampu melihat peluang bisnis dalam mengembangkan pasar lelang sebagai suatu unit bisnis yang mendukung pemasaran komoditas di Indonesia," tegas Sutriono dalam peluncuran Revitalisasi PLK di Bandung, Jawa Barat, kemarin (18/12).

Sebagai lembaga yang baru terbentuk, Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat harus memiliki inovasi dan kreativitas dalam pengembangan PLK. Misalnya, dengan mengintegrasikan PLK dengan Sistem Resi Gudang (SRG) secara online, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada para petani/UKM maupun pelaku usaha.

Menurut Sutriono, salah satu tujuan PLK menciptakan insentif bagi peningkatan produksi dan mutu serta peningkatan pendapatan petani produsen adalah karena petani akan memiliki kepastian harga. “PLK akan menciptakan transparansi harga yang wajar, sehingga memungkinkan petani merencanakan pola budi daya tanam. Dengan demikian, petani lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas,” papar Sutriono.

Khusus menghadapi MEA 2015, Sutriono meminta Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat memberdayakan petani dan terus memperluas dan memperkuat jaringan pasar. Selain itu, Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat juga diharapkan terus memperluas akses pemasaran hasil panen petani dan menghasilkan komoditas yang berkualitas.

Sutriono menambahkan, bahwa diversifikasi bisnis yang mampu menunjang penyelenggaraan PLK seperti pengangkutan, pergudangan, informasi, dan lain-lain, juga harus dilakukan. Dengan begitu, Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat dapat memperoleh pemasukan tambahan yang dapat digunakan untuk menutup biaya operasional koperasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Seperti diketahui, nilai transaksi PLK nasional pada periode Januari-November 2014 tercatat sebesar Rp 693,7 miliar, dimana hingga November 2014, tercatat lima jenis komoditas dengan nilai transaksi terbesar nasional, yaitu beras (Rp 239,1 miliar, total volume 28.867 ton); jagung (Rp 81,1 miliar, total volume 30.501 ton); sapi (Rp 61,5 miliar, total volume 2.398 ton); ikan nila (Rp 24,1 miliar, total volume 1.032 ton); dan coklat (Rp 23,6 miliar, total volume 739 ton).

Saat ini, nilai transaksi PLK di Jawa Barat pada 2014 tercatat sebesar Rp 80,8 miliar dengan lima jenis komoditas yang mempunyai nilai transaksi terbesar di Jawa Barat, adalah beras (Rp. 59,4 miliar, total volume 7.050 ton); gula pasir (Rp. 4,6 miliar, total volume 500 ton); jahe (Rp. 4,1 miliar, total volume 545 ton); kentang (Rp. 3,5 miliar, total volume 455 ton); dan minyak goreng (Rp. 2,1 miliar, total volume 17.500 dus).

“Berdasarkan Undang-Undang No. 9 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang Pasal 33 ayat (1) huruf (d) dinyatakan bahwa Urusan Pemerintah Daerah di bidang Pembinaan Sistem Resi Gudang meliputi pemberian fasilitas pengembangan Pasar Lelang Komoditas,” ungkap Sutriono.

Dengan revitalisasi pasar lelang, akan diterapkan sistem penjaminan yang bertujuan menjamin penyelesaian atas transaksi yang terjadi dan mengurangi resiko terjadinya gagal serah/gagal bayar. Dalam pelaksanaannya, setiap penjual dan pembeli diwajibkan menyerahkan sejumlah dana jaminan/barang sebelum melakukan transaksi. Untuk melakukan kegiatan penjaminan, Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat telah bekerja sama dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia selaku lembaga kliring dan penjaminan pasar lelang.