Hari Film Nasional 2014; Kemenparekraf Beri Apresiasi 10 Tokoh Perfilman Senior

 Hari Film Nasional 2014; Kemenparekraf Beri Apresiasi 10 Tokoh Perfilman Senior

Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf RI, Jakarta, Kabarindo- Paling tidak perayaan ke-64 tahun 2014 ini selain diisi dengan aksi tabur bunga dua almarhum/almarhumah yaitu Usmar Ismail dan Sofia WD yang dipimpin oleh Mari Elka Pangestu selaku Menparekraf RI.

Ada juga aksi sosial/CSR dengan memberikan uang cash kepada 10 sosok panutan alias pelaku perfilman era 70-90an yang sudah uzur dan sakit, mereka adalah:
1. Rachmat Hidayat (Aktor)
2. Laila Sari (Aktris/Seniman)
3. Mpok Nori (Aktris/Komedia)
4. Ida Farida (Sutradara Perempuan Pertama)
5. Nurhadie Irawan (Sutradara)
6. Sri Atmo (DOP Senior)
7. Judy Soebroto (Penata Artistik/Sutradara)
8. Soendoro (Aktor/Sutradara)
9. Aminah Tjendrakasih (Aktris)
10. Nani Soemanegara (Aktris)

"Ini adalah murni usul dari bu menteri dan tentu saja sangat kami apresiasi sementara 4 Permen pendamping UU Perfilman siap dirilis sebelum April mendatang. Berkenaan dengan rencana pelantikan Badan Perfilman Indonesia-BPI sudah diproses oleh Sekab sementara menunggu hasilnya saja," papar Armein Firmansyah selaku Direktur Perfilman yang ikut mendampingi Dirjen Ahman Sya yang ikut hadir.

Redaksi pun mendapat penjelasan yang sama saat mengkonfrontir hal tersebut berkenaan ketidakjelasan pelantikan BMI di malam puncak Hari Film Nasional-HFN 2014 lusa malam di Djakarta Theater. "Terpenting mereka langsung bekerja dan sementara menunggu proses saja, kami mengapresiasi kerja BPI selang beberapa bulan lalu terbentuk," papar Mari Elka singkat.

Sementara itu acara seharian yang ditutup dengan syukuran berupa pemotongan tumpeng memang sepi peliputan media TV dan cetak walau begitu terlihat antusiasme dari mahasiswa(i) dari BSI dan IKJ yang ikut hadir karena dapat bersua dengan Mpok Nori atau aktor Rachmat Hidayat peraih piala Citra dalam film Pacar Ketinggalan Kereta arahan sineas kawakan Teguh Karya.

Apalagi ada penampilan special dari Leila Sari yang lebih tepat berjuluk nenek beraksi di atas panggung menyanyikan lagu rock yang menuai tepukan tangan riuh para hadirin.

Memang tidak terlihat pemangku kepentingan lain seperti produser, pengusaha bioskop dan aktor dan aktris yang sedang laris manis belakangan ini tapi redaksi masih terngiang dengan salah seorang pengurus dan produser kawakan, Chand Parwez Servia (Starvision) bahwa mereka yang tergabung di PPFI terus berkarya dan menghasilkan film-film bermutu sampai kapan pun sehingga justeru yang diharapkan ada pemihakan pemerintah atas tiap film-film mereka yang siap tayang beberapa pekan ke depan seperti 3600 detik, Sepatu Dahlan, Luntang Lantung, Me & U Vs The World ataukah yang lainnya sementara serbuan film Hollywood tetap saja mengawal dengan ketat mengajak penonton yang masih minim untuk membeli tiket karcis bioskop.


Selamat Hari Film Nasional...............!