Anak SMU Punya FILM Seru; Inilah 5 Film Pendek Terbaik Toto's Film Making Class Ke-5 Tahun 2015

 Anak SMU Punya FILM Seru; Inilah 5 Film Pendek Terbaik Toto's Film Making Class Ke-5 Tahun 2015

CGV Blitz BEC, Bandung, Kabarindo- Kebayang dong apabila dedengkot perfilman nasional.

Mereka adalah Salman Aristo, Arief Ash Shiddiq, Cesa David Luckmansyah, Ardy Octaviand, Wisnu Surya Pratama, Mandy Marahmin, Chairu Nissa, Prima Rusdi, Chandra Endroputro, Aghi Narottama, Roy Lolang, Sammaria Simanjuntak dan Anto Sinaga.

Jadi mentor dan melakukan transfer ilmu di ajang lanjutan Toto's Film Making Class Ke-5 Tahun 2015 seperti scriptwriting, storyboard, pre production, shooting hingga post production seperti editing, sound+mixing serta diajarkan pula proses marketing dan promosi.

Hanya dalam waktu 10 hari, Toto's Film Making Class Ke-5 Tahun 2015 kegiatan cerdas dan sangat bermanfaat ini telah diikuti oleh 5 sekolah dalam waktu bersamaan secara gratis. 1 kelompok terdiri dari 8 siswa-siswa yang merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah pilihan di Jakarta dan Bandung. Sekolah yang berpartisipasi dalam workshop kali ini adalah SMAK 1 Bina Bakti, SMAN 5, SMK 4, SMK 10 dan SMA St. Angela Bandung dari 2-13 November 2015 lalu selama 10 hari berpusat di SMAN 5 Bandung.

Redaksi takjub sekaligus terperangah dengan hasil dan pemilihan tema yang para laskar abu-abu dari dua kota, Jakarta dan Bandung. Ada yang memilih fenomena bulliying sampai munculnya zombie membalas dendam, kekerasan dan adegan sadis sang ayah yang menyantap anak perempuannya, kepribadian ganda yang berdarah dingin, jiwa petarung untuk membantu pengobatan sang ayah sampai tema lainnya yang memang bermotif darah, kekerasan dan dendam.

Inilah 5 film pendek tersebut dari 5 sekolah:

1. PETARUNG (SMAK Bandung)
2. AYAHKU TERSAYANG (SMKN 10 Bandung)
3. Teu Ka Nyahoan (SMKN 4 Bandung)
4. RIN (SMA Bina Bakti)
5. GERTAK (SMA St. Angela)

Tidak hanya redaksi, tapi beberapa media massa ibukota juga ikut dihadirkan bersama dengan Kepala Badan Pengembangan Perfilman Kemdikbud yang baru menjabat, Maman Wijaya.

"Pesan pak Menteri Anies agar acara seperti ini terus dilanjutkan karena bermanfaat bagi lahirnya sineas atau filmaker masa depan tanah air. Mereka mulai belajar tentang teknik-teknik pembuatan film dari usia dini artinya Indonesia siap menjadi sentra produksi film masa depan untuk dunia. Saya mengapresiasi pihak cgv Blitz dan tentu saja pemilihan tema harus tetap merujuk pada karakter dan nilai bangsa," papar Maman bersemangat.

Sementara itu dari tontonan yang disaksikan bersama, Dian Sunardi mewakili pihak cgv Blitz menanggapai pemilihan tema dan cerita yang dipilih oleh para peserta tahunke-5 ini. "Bisa jadi genre tersebut menjadi tren mereka saat ini yang disukai dari teknik yang bagus sampai tampilan poster mensiratkan potensi yang luar biasa sehingga 10-15 tahun ke depan mereka akan punya film layar lebar komersil pertama dan akan tayang di cgv Blitz, bukan ?," papar Dian lugas.

Redaksi memuji dan ikut mengapresiasi dari ajang seperti ini yang dilakukan oleh ekhibitor sehingga budaya nonton di bioskop akan lebih kental lagi dan kalu perlu mendarah daging menjadi life style.


Bravo CGV Blitz.................!