AMD Fire Pro; Jadi Pemuncak Green500 List

 AMD Fire Pro; Jadi Pemuncak Green500 List

Surabaya, Kabarindo- AMD menjadi sumber kekuatan di balik L-CSC Cluster pada fasilitas penelitian GSI.

Menjadikannya sebagai pemuncak jajaran super komputer versi Green500 List, yaitu 500 super komputer paling hemat energi di dunia yang dikenal memiliki performa komputasi GPU (HPL) paling efisien di dunia.
 
Menurut David Cummings, Senior Director and General Manager, Professional Graphics AMD. posisi tersebut hanya bisa dicapai dengan menghadirkan inovasi terus-menerus. AMD menawarkan kepada pelanggan yang menggunakan GPU HPC jajaran lengkap kartu grafis FirePro S-series, mulai dari entry-level hingga ultra-high-end yang mendukung ekosistem software yang kaya fitur.
 
L-CSC Cluster digunakan oleh fasilitas penelitian GSI Helmholtzzentrum für Schwerionenforschung GmbH di Darmstadt, Jerman, dan ditenagai oleh GPU server AMD FirePro S9150.
 
“Dengan terdaftar di Green500 List, jajaran solusi kartu grafis profesional FirePro kami kembali memenuhi target yaitu performa terbaik dengan efisiensi daya luar biasa yang menghadirkan solusi terbaik seperti L-CSC cluster pada GSI,” kata John Byrne, Senior Vice President and General Manager, Computing and Graphics Business Group AMD dalam rilis yang diterima pada Minggu (23/11/2014).
 
L-CSC GSI cluster dengan 600 GPU server FirePro S9150 mampu melewati performa cluster lainnya. Dengan performa 5.27 GFLOPS per watt, mampu menghadirkan efisiensi hingga 20% lebih baik dibandingkan cluster terbaik versi Green500 List Juni 2014. L-CSC GSI Cluster menggunakan sistem komputasi Lattice Quantum Chromo Dynamics (Lattice QCD) yang mengimplementasikan OpenCL tercepat di dunia.
 
GPU server FirePro S9150 adalah yang tercepat dan paling efisien saat ini. Jajaran produk FirePro S-series dirancang untuk menunjang cluster dengan multi-GPU untuk menangani proyek komputasi skala besar. Pengakuan Green500 List membuat GPU profesional AMD mampu menyajikan inovasi melebihi batas dalam efisiensi daya dan performa per-FLOP, termasuk meningkatkan performa keseluruhan sistem melalui proses GPU secara paralel.
 
“Super komputer tak terelakkan lagi saat ini. Bidang penelitian membutuhkan komputer dengan performa secepat mungkin, namun kita tetap harus memerhatikan konsumsi daya dan biaya,” kata Professor Dr. Volker Lindenstruth dari Goethe University of Frankfurt, Head of IT Department of GSI and Chairman of Frankfurt Institute for Advanced Studies.