Smart Digitizing Your City Competition 2016; Lahirkan 10 Solusi Digital Terbaik Karya Mahasiswa

  Smart Digitizing Your City Competition 2016; Lahirkan 10 Solusi Digital Terbaik Karya Mahasiswa

Surabaya, Kabarindo-  PT XL Axiata Tbk. menetapkan 10 solusi digital terbaik karya mahasiswa Indonesia untuk maju dalam babak final ajang kompetisi “Smart Digitizing Your City 2016”.

Karya-karya tersebut terpilih dari 1.069 proposal yang masuk ke panitia sejak dibuka pada Maret 2016. Semua karya yang terpilih cukup inovatif dan mengacu pada problem masyarakat perkotaan.

Penilaian dewan juri di babak final menetapkan karya mahasiswa/i Institut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya sebagai Juara 1 dengan karya solusi digital Safety Parking, Juara 2 Universitas Gajah Mada dengan karya solusi digital TransApp dan Juara 3 Poltek Negeri Surabaya dengan karya solusi digital The Surface. XL juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta ITS dengan karya Taponesia.

Chief Corporate Affairs Officer XL, Eka Bramantya Danuwirana, mengatakan kompetisi tersebut melahirkan banyak ide hebat dari anak-anak muda Indonesia. Mereka mendapatkan saluran untuk mengeksplorasi potensi teknologi digital guna mencari solusi bagi problem sosial.

“Saya cukup surprise dengan ide mereka yang orisinal dan tak terbayangkan sebelumnya. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara positif, suatu problem yang sepertinya tak mungkin diatasi bisa menjadi mungkin,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Kamis (17/11/2016).

Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Komposisi peserta 50% dari Jawa, 25% dari Sumatera, 10% dari Kalimantan, 8% dari Sulawesi, 5% dari Bali dan NTB, 2% dari Maluku dan NTT.

Kompetisi Digital Leaders ini bisa diikuti individual atau pribadi dan kelompok. Dari 1.069 peserta yang mendaftar, sekitar 700 peserta mengikuti kompetisi untuk kategori perorangan dan sisanya kelompok yang terdiri dari 3 mahasiswa. Panitia memilih 100 proposal untuk masuk dalam tahapan seleksi berikutnya.

Ada 3 kategori yang dikompetisikan. Pertama, e-public service atau bagaimana meningkatkan layanan publik di kotanya secara digital. Kedua, e-governance yaitu bagaimana birokrasi dilakukan dengan efektif lewat digitalisasi. Ketiga, e-financial atau menggeliatkan sektor finansial dengan inovasi digital. Dari jumlah proposal inovasi yang masuk, 70 % peserta berkompetisi dalam kategori e-public service, 20 % kategori e-finance dan 10% e-governance.

Ke-10 peserta yang karyanya masuk babak final, menyajikan ide solusi digital yang beragam. Mulai dari memberdayakan barang-barang pribadi yang tak terpakai di rumah hingga solusi mengenai parkir yang aman. Ada juga ide solusi untuk mengatasi persoalan terkait kesehatan, yaitu bagaimana mengelola antrian pasien secara digital, juga solusi mendapatkan informasi ketersediaan bank darah. Proposal finalis lainnya mengajukan solusi yang bisa diterapkan oleh pemerintah daerah, antara lain untuk mengatasi masalah sampah serta penyediaan transportasi umum yang informatif. Karya lainnya mengacu pada pelestarian lingkungan dengan menyediakan solusi untuk mengadopsi pohon dan membersihkan sampah di pantai.

Agar karya para peserta tidak berhenti pada ide dan kompetisi, XL akan memfasilitasi agar bisa diadopsi oleh pemerintah daerah masing-masing. Jika ide tersebut sesuai dengan kebutuhan di kota asal, XL akan membantu untuk merealisasikannya melalui program XmartCity yang membantu pengembangan sejumlah kota dalam mengimplementasikan solusi digital untuk mengatasi problem perkotaan.