Industri Hijau; Bisa Hemat Energi Sampai Rp2,8 Triliun

Kontributor : Teks; Asrul Muchsen / Foto2: IsT

Ayo Dukung Industri Hijau

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Perindustrian RI mendorong penerapan konsep industri hijau pada industri nasional karena mampu menghemat biaya energi yang setara dengan Rp 2,8 triliun.

Sekeretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar menjelaskan bahwa industri hijau membawa dampak positif kepada perusahaan, sekaligus menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian lingkungan hidup.

Berdasarkan data perusahaan industri yang telah mengikuti program Industri Hijau,  dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terjadi penghematan energi setara dengan Rp2,8 triliun per tahun dan penghematan air setara dengan Rp96 miliar per tahun.

Kontribusi tersebut berasal dari 34 industri dari sektor semen, pupuk, besi baja, keramik, pulp dan kertas, gula, serta tekstil.

“Dengan adanya penghematan pemakaian energi, maka hal ini sekaligus membantu komitmen Indonesia dalam upaya penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29 persen, atau 41 persen dengan bantuan dari luar pada tahun 2030,” kata Haris dalam keterangan tertulisnya, Kamis.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya terus memacu industri dalam negeri agar semakin mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pelaku industri dituntut untuk berusaha secara aktif dan bijak dalam menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usahanya,” kata Menperin.

Menperin optimistis, penerapan prinsip industri hijau melalui efisiensi produksi dan peningkatan efektivitas penggunaan sumber daya alam, akan meningkatkan kinerja dan pertumbuhan sektor industri.

"Saat ini, industri hijau sudah menjadi tuntutan pasar seiring tingginya kepedulian pasar terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut, pengembangan industri hijau mendorong industri bertransformasi menuju industri berbasis inovasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

“Di tengah situasi perekonomian nasional yang semakin baik ini, angka pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal III tahun 2017 mencapai 5,49 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen,” tutur Airlangga.

Berdasarkan data capaian kinerja Kemenperin 2015-2017, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri pada periode tahun tiga tahun terakhir ini meningkat, dari 15,39 juta orang pada tahun 2014 menjadi 16,57 juta orang sampai triwulan II tahun 2017. Kemenperin menargetkan akan terus meningkat sampai akhir tahun 2019 hingga mencapai 17,1 juta orang tenaga kerja seperti dilansir dari laman antaranews.




Berita Lainnya
GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018; Siap Di Gelar

Jakarta, Kabarindo-  GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) di tahun 2018 akan hadirkan pameran khusus kendaraan komersial, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, yang akan


Kota Jambi; Baca Alquran Jadi Syarat Masuk Sekolah Baru

Jambi, Kabarindo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari menetapkan bisa membaca dan menulis Alquran sebagai salah satu syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tingkat Sekolah Menengah


PH CVS Naik Kelas; Siap Rilis Film Flight555 Lusa

XXI Epicentrum, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu kangen dengan produk anyar dari Citra Visual Sinema yaah ?

Tentu saja masih ingat dengan film terakhir bergenre Psycho dan


Dosen ITS Rancang TB-Analyzer; Percepat Diagnosa Tuberculosis

Surabaya, Kabarindo- World Health Organization (WHO) menyatakan tuberculosis (TB) merupakan salah satu penyakit penyumbang kematian tertinggi di dunia. Angka kematiannya mencapai 1,7 juta jiwa per tahun, Salah