07-September-2009-23:02:35

IPTV is Coming !


IPTV akan segera hadir di Indonesia seperti halnya di negara-negara maju seperti Korea, Hong Kong, Jepang bahkan tetangga dekat Indonesia seperti Singapore dan Malaysia. Kehadiran IPTV ini ditandai dengan keluarnya ijin Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet yang ditetapkan oleh Menteri Kominfo Muhammad Nuh. Ijin No. 30/PER/M.KOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (Internet Protocol Television/IPTV) ini memberikan kepastian hukum bagi operator ataupun ISP yang berencana untuk memberikan layanan IPTV bagi pelanggan.

Layanan IPTV memungkinkan siaran televisi dikirimkan menggunakan Internet Protokol (IP). Dengan menggunakan IP, IPTV memberikan banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh kabel TV biasa. Kelebihan dari IPTV antara lain adalah kualitas gambar yang prima karena gambar di IPTV adalah gambar digital. Selain gambar dengan Standard Definition (SD) ada juga gambar yang jauh lebih tajam dengan kualitas High Definition (HD).

Kelebihan lain dari IPTV yang tidak dimiliki pay TV ataupun siaran TV biasa adalah kemampuan untuk menayangkan layanan interaktif seperti saat kita sedang ke toilet ataupun menerima telpon, pertandingan sepakbola Mancherster United lawan Arsenal bisa di Pause atau rewind sehingga setelah kembali dari menelpon ataupun toilet kita bisa melanjutkan tontonan atau menonton ulang. Sinetron favorit 3 jam yang lalupun bisa ditonton apabila karena terjebak macet belum sampai di rumah.

Selain itu banyak lagi layanan-layanan intektif lain yang dapat disediakan dengan IPTV seperti Video On Demand, Karaoke on Demand, Games on Demand, Home Shopping, dan Home Delivery. Dengan IPTV pemirsa tidak perlu pergi jauh-jauh ke Glodok mencari film, games ataupun karaoke tinggal memilih dari katalog yang ada di server dan langsung dapat dimainkan di layar televisi dengan biaya yang terjangkau. Layanan diharapkan dapat menjadi suatu lifestyle baru yang dapat meningkatkan keakraban keluarga di rumah.

Home delivery, misalnya memungkinkan pemirsa untuk memesan, membayar dan makan Pizza tanpa perlu beranjak dari sofa sambil menonton TV. Pizza akan dikirimkan ke rumah dan pembayaran dilakukan dengan kartu kredit. Layanan ini sangat nyaman dan diperlukan di kota besar terlebih menghadapi jalan di Jakarta yang semakin macet.

Semua layanan interaktif ini di negara maju sudah menjadi sarana hiburan sehari-hari. Di Korea misalnya saat sinetron Korea sedang diputar, maka pemirsa dapat langsung membeli baju yang dikenakan pemain sinetron, membayar dengan kartu kredit dan baju akan diantar ke rumah. Bisa dibayangkan nantinya sinteron Cinta Fitri misalnya ditayangkan dan pemirsa Indonesia dapat langsung membeli baju yang yang dikenakan oleh Shireen Sungkar misalnya.

Di China, permainan Games On Demand dilakukan online dengan lawan dari berbagai lokasi dan ada komentatornya bak pertandingan sepak bola. Komentator akan mengulas permainan para pemain dan memberikan tips-tips untuk dapat memenangkan games yang sedang dimainkan. Karaoke on Demand pun ada juga komentatornya sehingga sangat interaktif dan menarik.

IPTV yang semula adalah layanan mewah yang menyasar masyarakat kelas atas di luar negeri, perlahan-lahan menjadi suatu layanan massal ketika produk ini menjadi isu hangat didukung berbagai media massa di negara tersebut. IPTV sebentar lagi bukan jadi layanan mewah di Indonesia yang hanya tersedia di jaringan lokal atau lab, namun sudah bisa dikembangkan untuk dinikmati masyarakat di Indonesia. Beberapa operator sudah siap menggelar layanan IPTV di Indonesia termasuk Telkom yang dalam waktu dekat akan menggelar layanan IPTV di beberapa di kota-kota besar di Indonesia.

IPTV diharapkan akan melayani lebih banyak pelanggan terutama yang tinggal di apartment dan residensial serta menjangkau daerah-daerah potensial di Indonesia. Jika ini terjadi, dapat dipastikan layanan ini dapat merubah gaya hidup kita yang mendorong terciptanya budaya baru bagi keluarga dan masyarakat Indonesia.

Tak dapat dipungkiri teknologi kini semakin memanjakan pengguna mulai dari phonebook yang membuat kita malas menggunakan memory otak sendiri untuk mengingat nomor-nomor penting, I Phone bahkan semakin membuat malas dengan kemampuan touch screennya hingga yang akan segera hadir, IPTV yang memungkinkan makanan, baju, laptop dll dikirimkan hingga ke depan pintu rumah.  
( Sri Safitri )