15-July-2009-20:35:56

I Phone & I – A Woman Point of View


I Phone kini merupakan gadget yang sedang IN dalam dunia seluler bahkan manjadi must have gadget di kalangan anak muda saat ini.

Bagaimana I Phone dari sudut pandang wanita?

Meskipun bukan pengguna Blackberry alias BB (baca:bibi), karena saya lebih suka suka bekerja dengan bertemu langsung face to face dengan orang-orang bukan bicara lewat pranti ataupun gadget. BB dengan pelindung warna warni kini sedang digandrungi ibu-ibu karena dengan cepat bisa update status dan ngerumpi dengan teman-teman lama. Selain itu, saya terlanjur percaya bahwa Blackberry bisa menjadi Crackberry, penyebab keluarga Crack alias berantakan sehingga konon di Canada kantor pusat Blackberry, kini penggunaan BB dibatasi hanya boleh di jam tertentu hari kerja dan mesti off hari libur.

Beberapa kali menggunakan BB milik suami dalam 1 tahun belakangan ini, tetap tidak menarik minat saya karena pengoperasian yang tidak semudah Nokia dan terbatasnya aplikasi yang diberikan, meskipun aplikasi Officenya dan Facebook sangat bagus.

Mengapa saya mencoba I Phone? Sebagai Marketer, fenomena launching I Phone dimana pembeli rela antri hingga jam 2 pagi dan keajaiban Steve Jobs punggawa Apple Inc perusahaan yang salah satu produknya adalah I Phone, menggugah minat dan rasa ingin tahu. Selain itu, keinginan mendukung industri kreatif dan pengkayaan mobile konten di tanah air mendorong saya untuk mengalami langsung konten dan  kecanggihan gadget ini.

Senang tidak terkira ketika gadget ini berada dalam genggaman. Hal pertama yang terpikirkan adalah bagaimana menjaga agar gadget yang tidak murah ini bisa awet dan tetap kinclong sehingga mendorong saya untuk pergi ke Apple Store mencari pelindung dan anti gores. Ternyata asesories perangkat ini pun tidak murah, berkisar 200 rb – 400 rb untuk karet dan anti goresnya. Di toko luar Apple Store dan online dengan merk yang sama bahkan lebih mahal lagi.
Akhirnya saya berhasil mendapatkan pelindung dan anti gores dari bahan yang cukup bagus dengan hanya 125 rb dan di Cempaka Mas, pusat seluler.
Ketika mendapatkan I Phone, saya sangat mengagumi packaging dan desain I Phone yang mengingatkan saya akan komputer Mac dulu di tahun 90an yang canggih dan desain yang sangat beda dibandingkan PC saat itu. Tampak sekali Apple memang perusahaan yang inovatif dan memiliki kemampuan desain yang jauh lebih maju dibandingkan pesaingnya.

Kegembiraan saya berkurang ketika mulai menggunakan I phone karena sebagai wanita saya mengalami kesulitan untuk mengetik keyboard yang touch screen tanpa stylus, padahal saya tidak memelihara kuku panjang. Bagaimana perempuan yang suka Manicure dan kuku panjang atau ayah saya yang jari-jarinya besar bisa menggunakan I Phone? Jadi buat pengguna yang intensif social networking lebih baik pakai BB ataupun produk lainnya.

Selain masalah dengan keyboard dan dimensi yang sedikit lebih berat daripada BB, I Phone juga tidak bisa digunakan sebagai modem untuk internet sharing jadi lupakan I Phone, bila ingin kerja Mobile pakai laptop plus I Phone. Baterai I Phone juga tidak bisa dilepas, jadi tidak bisa punya 2 baterai cadangan sehingga harus berhemat dan cermat menggunakan baterai I Phone. Penggunaan car charger ataupun via USB ke laptop sangat tidak disarankan karena dapat merusak baterai I Phone.

Keluhan tersebut terobati karena banyaknya aplikasi yang diberikan yang jumlahnya mencapai ratusan baik yang berbayar maupun yang free, jauh lebih banyak dibandingkan BB. Ada ratusan games termasuk online games dan interactive games, ada informasi saham online termasuk saham di dunia dan di Jakarta, aplikasi RSS detik.com, aplikasi transjakarta bahkan aplikasi lie detector. Yang terakhir ini bisa digunakan wanita untuk mengecek apakah suami atau anaknya berbohong. Terlihat disini I Phone sangat memfasilitas aplikasi-aplikasi di dalam Apple Storenya.

Games pun sangat-sangat menarik dimana touch screen sangat interaktif bisa dimiringkan dan di goyang-goyang dan sentuhan yang berbeda di layar menghasilkan efek yang berbeda di games. Hal ini membuat I Phone sangat digemari anak-anak dimana mereka bisa ekslorasi setiap aktivitas dan hal yang dilakukan terhadap I Phone menghasilkan hal yang berbeda.
Amazing Experience !

Paket I Phone dari Telkomsel juga cukup memadai dengan quota 500 MB per bulan dan bisa ditransfer ke nomor eksisting sehingga pengguna tidak perlu lagi menggunakan Flash untuk berselancar di dunia maya ataupun social networking dengan komunitasnya.

Saya dapat simpulkan I Phone sangat cocok bagi generasi Millenial atau anak muda yang suka games, entertainment dan having fun atau juga bagi orang-orang yang suka mencoba-coba dan bermain dengan aplikasi baru, ataupun investor saham dan tentunya orang tua yang mau sharing bermain games dengan anaknya.
( Sri Safitri )