Samsung Berikan Layanan Cuci Gratis; Di Tiga Titik Pengungsi Gunung Agung

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Juga sediakan microwave, TV, obat-obatan, bahan makanan, susu ibu hamil, bumbu dapur dan sarana te

Surabaya, Kabarindo- Samsung Electronics Indonesia mendirikan posko Samsung Care, untuk melayani 2.600 pengungsi Gunung Agung Bali.

Ada tiga pos pengungsian yaitu Tejakula, Buleleng yang menampung lebih dari 415 jiwa selama 14-24 Desember 2017, di Pasar Seni, Manggis (999 jiwa) dan di GOR Sueca Pura Klungkung (lebih dari 1.263 jiwa) yang beroperasi sejak 16-29 Desember 2017.

Samsung Care menyediakan masing-masing 8 mesin cuci di posko Tejakula dan Manggis serta 14 mesin cuci Samsung di posko GOR Sueca Pura Klungkung untuk memberikan layanan cuci gratis, sehingga para pengungsi tidak perlu ke sungai dan bisa mendapatkan hasil cucian yang bersih. Juga menyediakan tiga unit microwave di masing-masing posko untuk menyiapkan makanan siap saji dan menghangatkan makanan serta 1 unit kulkas untuk penyimpanan makanan dan minuman.

Selain itu Samsung menyediakan 1 unit TV di masing-masing posko untuk menonton tayangan hiburan dan berita. Juga ada pusat telekomunikasi di masing-masing posko yang dilengkapi 5 unit smartphone agar pengungsi bisa berkomunikasi dengan kerabat secara gratis. Tersedia pula obat-obatan untuk orang dewasa maupun anak-anak, susu ibu hamil, beras serta bahan makanan seperti beras, sayur, telur, tahu, tempe dan bumbu dapur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada18 Desember 2017 mencatat jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung akibat letusan Gunung Agung mencapai 11.377 jiwa. Sedangkan pengungsi di Kabupaten Buleleng sebanyak 9.115 jiwa dan di Kabupaten Karangasem 42.927 jiwa.

Sejak 22 September-5 Desember 2017, jumlah pengungsi yang meninggal mencapai 100 orang. Angka ini tersebar di sejumlah kabupaten di Bali, seperti Klungkung, Buleleng, Denpasar, Bangli, Gianyar dan terbanyak di Karangasem. Data Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem mencatat, pengungsi yang meninggal rata-rata sudah tua dan memiliki riwayat penyakit, seperti asma. Ada pula pengungsi yang meninggal karena kaget dan ketakutan.

“Kami mengapresiasi BNPB dan BPBD serta para ketua desa adat yang telah mengkoordinir bahan makanan bagi para pengungsi selama keadaan darurat ini. Kami ingin ikut berpartisipasi membantu dengan mengerahkan apa yang kami miliki. Kami berharap posko yang kami dirikan dapat meringankan beban yang mereka rasakan,” kata KangHyun Lee, Vice President PT Samsung Electronics Indonesia, dalam rilis yang diterima pada Kamis (21/12/2017).




Berita Lainnya
MD Magic Scaraway; Atasi Bercak Kehitaman & Scar Bekas Jerawat

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang pasti pernah mengalami masalah jerawat, yang ringan ataupun yang berat, terutama pada usia remaja yang mengalami perubahan hormonal.

Jerawat bisa hilang setelah


Crown Group Garap Proyek; Senilai Rp 50 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Nilai total proyek yang sedang dan akan digarap perusahaan properti Australia, Crown Group, mencapai puluhan triliun. Hal ini diungkapkan Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate


Terapkan Internet of Things; Banyak Perusahaan Di Asia Pasifik Capai Kemajuan Bisnis

Surabaya, Kabarindo- Internet of Things (IoT) telah lama diidamkan sebagai pondasi untuk berbagai terobosan dalam artificial intelligence (AI), robotik dan kemajuan lainnya.

Para eksekutif dituntut untuk


Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.