Ada Peninggalan Bersejarah Abad 19; Di Parramata Sydney

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Dikunjungi wisatawan termasuk dari Asia dan Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Reruntuhan bekas rumah tahanan dan hotel yang terpelihara dengan baik di Parramata, Sydney, Australia telah dibuka bagi masyarakat setelah 200 tahun.

Reruntuhan tersebut selama ini tersembunyi di bawah tanah berupa rumah tahanan tahun 1800-an dan gudang bawah tanah di salah satu pub tertua di Parramatta yang dibangun pada 1801. Wheatsheaf Hotel (1801-1809) terletak di Western Road di Parramatta dan merupakan salah satu bangunan besar pertama yang terlihat ketika memasuki area kota dari arah barat.

Juga ditemukan sumur yang pernah digunakan untuk mengakses air minum, bengkel untuk membuat roda untuk gerobak tahun 1800-an dan oven roti untuk membuat roti dalam jumlah besar. Selain itu ada piring makan, mainan anak-anak, botol dari abad ke-19 dan ratusan artefak.

Peninggalan bersejarah tersebut ditemukan saat proses pembangunan menara hunian baru di 45 Macquarie Street. Situs ini terletak di persimpangan utama dari CBD Parramatta yang sedang tumbuh. Setelah proses penggalian selesai, situs ini dilindungi dengan kanopi beton yang memungkinkan pembangunan menara apartemen terus dilanjutkan.

Peninggalan tersebut terletak di lantai dasar bangunan V by Crown Group yang diabadikan dengan nama Philip Ruddock Heritage Centre, diambil dari nama mantan anggota parlemen Parramatta dan politisi federal di Australia, Philip Ruddock, yang baru-baru ini terpilih sebagai Walikota Hornsby.

Heritage Centre tersebut diresmikan oleh Kepala Pemerintahan Negara Bagian NSW, Gladys Berejiklian, bersama Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito.

Ruddock merasa terhormat namanya diabadikan sebagai nama tempat tersebut. “Crown Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk proyek ini. Kita perlu terus melangkah maju, namun pada saat bersamaan sangat penting untuk mempertahankan warisan sejarah,” katanya.

Arkeolog Dr. Higginbotham mengapresiasi situs tersebut terpelihara dengan baik, sehingga bisa dicocokkan dengan sejarah penghuni yang tinggal di lokasi tersebut. Ia mengatakan, banyak kontribusi dari para pemukim awal terhadap perkembangan Parramatta.

Sebelumnya pernah ditemukan reruntuhan rumah tahanan lainnya di lokasi berbeda, namun tidak bisa ditampilkan kepada publik, karena materi kayunya tak mampu bertahan. Namun di situs yang baru ditemukan, materi kayunya terjaga baik, sehingga dapat dilestarikan.

Iwan mengatakan, situs tersebut harus dilindungi untuk dilestarikan. “Visi kami adalah membawa masa lalu, saat ini dan masa depan bersama-sama V by Crown Group,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (20/12/2017).

Untuk pertama kalinya situs tersebut ditampilkan kepada publik. Para pengunjung dapat menikmatinya dengan nyaman, karena Philip Ruddock Heritage Center dilengkapi dinding “walk-through” yang menampilkan sejarah Parramatta secara lebih luas dan video yang menjelaskan secara kronologis dan rinci tentang penemuannya.

Tempat tersebut dibuka untuk umum setiap hari dan menarik minat wisatawan dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari Asia dan Indonesia.




Berita Lainnya
MD Magic Scaraway; Atasi Bercak Kehitaman & Scar Bekas Jerawat

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang pasti pernah mengalami masalah jerawat, yang ringan ataupun yang berat, terutama pada usia remaja yang mengalami perubahan hormonal.

Jerawat bisa hilang setelah


Crown Group Garap Proyek; Senilai Rp 50 Triliun

Surabaya, Kabarindo- Nilai total proyek yang sedang dan akan digarap perusahaan properti Australia, Crown Group, mencapai puluhan triliun. Hal ini diungkapkan Bagus Sukmana, GM Strategic & Corporate


Terapkan Internet of Things; Banyak Perusahaan Di Asia Pasifik Capai Kemajuan Bisnis

Surabaya, Kabarindo- Internet of Things (IoT) telah lama diidamkan sebagai pondasi untuk berbagai terobosan dalam artificial intelligence (AI), robotik dan kemajuan lainnya.

Para eksekutif dituntut untuk


Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.