YLKI Desak WhatsApp; Perbaiki Konten

Kontributor : Teks; Asrul Muchsen / Foto2: IsT

Hilangkan Konten Pornografi

Jakarta, Kabarindo - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengaku mendapat banyak aduan mengenai konten pornografi di aplikasi berkirim pesan WhatsApp dan menilainya berbahaya bagi konsumen anak-anak dan remaja.

“YLKI juga mendesak manajemen WhatsApp untuk mengubah dan memperbaiki konten dimaksud,” kata Ketu Pengurus Harian YLKI. Tulus Abadi, dalam keterangan pers, Senin.

Berdasarkan penelusuran, konten pornografi terdapat di bagian emoji aplikasi berbagi pesan tersebut, dalam kategor gambar bergerak GIF.

“YLKI mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghentikan konten pornografi tersebut di emoticon WhatsApp,” demikian pernyataan mereka.

Yayasan tersebut juga mengimbau para orang tua untuk mewasapdai penggunaan ponsel pintar anak-anak mereka agar tidak terpapar konten tersebut.

Perwakilan Facebook Indonesia belum berkomentar mengenai temuan ini seperti dilansir dari laman antaranews.














Berita Lainnya
Sampoerna University Berikan Dana Kuliah hingga US$ 2 Juta

Jakarta, Kabarindo– Sampoerna University hari ini mengumumkan “Sampoerna University Best and Brightest Merit Awards” untuk tahun akademik 2018-2019 sebagai bukti komitmennya dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia.


Citilink Indonesia 2018; Dukung Pariwisata Samosir

SAMOSIR, Kabarindo- Citilink Indonesia mendukung internasionalisasi pariwisata Kabupaten Samosir melalui penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dengan pemerintah kabupaten setempat.

"Citilink Indonesia sangat bangga bisa turut serta


16 Investor Amerika; Sambangi KEK Mandalika

Jakarta, Kabarindo- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York membawa sebanyak 16 investor Amerika Serikat ke Indonesia untuk melakukan kunjungan ke sejumlah daerah yang memiliki potensi bisnis,


Mahasiswa Bangka Belitung; Terima Vivian Gordon Bowden

Jakarta, Kabarindo- Perwakilan Kedutaan Besar Australia menyerahkan Penghargaan Pendidikan Vivian Gordon Bowen pekan ini untuk dua mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Nopa Laura dan Muhammad Abdul Kadir.