Mahasiswa FKUI; Raih `Best Poster` Di Brazil

Kontributor : Teks; Asrul Muchsen / Foto2: IsT

Membanggakan

Depok, Kabarindo- Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI (FKUI) angkatan 2013 Madhyra Tri Indraswari meraih penghargaan Best Poster  atas dua karya ilmiah yang dipresentasikannya pada ajang Brazilian International Congress of Medical Students (BRAINCOMS) 2017 di Sao Paulo, Brazil.

"Pencapaian mahasiswa FKUI yang membanggakan ini diharapkan pula dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika FKUI dan FK perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk berani mencoba mengikuti kongres internasional dan mengharumkan pendidikan nasional Indonesia dengan karya-karya yang terus inovatif dan solutif bagi permasalahan bangsa," kata Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti di Depok, Senin.

Kedua karya ilmiah tersebut meliputi penelitian terkait "Pemberian stem cell terhadap pembuluh darah normal" dan "Perbandingan teknik operasi besar dengan teknik laparascopy pasca pengangkatan colorectal cancer".

Ajang Braincoms 2017 berlangsung pada 19-21 Oktober 2017 di the Universidade Federal de Sao Paulo, Sao Paulo, Brazil. Madhyra menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi dengan lebih dari 200 peserta yang berasal dari 23 negara di seluruh dunia.

Pada ajang ini, Madhyra mempresentasikan dua buah poster ilmiahnya yang dilombakan dalam bidang Surgery dan Clinical. Poster bidang Surgery berjudul Comparison of Laparoscopic Versus Open Hartmann's Reversal Procedure: A Systematic Review and Meta-analysis dan poster yang dilombakan pada bidang Clinical mengambil judul A Randomized Controlled Trial : Effect of Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell to Normal Arterial Wall in Normotensive Rats.

Pada poster bidang surgery, Madhyra memaparkan perbandingan operasi besar dengan teknik laparascopy untuk penyambungan kolon ke anus yang biasanya terpotong setelah pengangkatan colorectal cancer.

Dari hasil meta analysis yang dilakukan, menunjukkan bahwa laparoscopy memiliki tingkat morbiditas yang lebih rendah dan hasil operasi lebih aman dibandingkan dengan operasi terbuka.

Penelitian ini ia tekuni pada saat belajar di University of Melbourne, Australia (program double degree Kelas Internasional FKUI) dibawah bimbingan Prof. Alexander G. Heriot, , MD, MBA, FRACS.

Sedangkan pada poster ilmiah kedua, Madhyra mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul A Randomized Controlled Trial : Effect of Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell to Normal Arterial Wall in Normotensive Rats, Madhyra melakukan clinical trial kepada tikus Wistar untuk melihat efek pemberian stem cell terhadap pembuluh darah normal (non-hipertensi).

Penelitian yang dibimbing oleh dosen dari FKUI Dr. dr. Setyo Widi Nugroho, SpBS(K) ini menemukan fakta bahwa pemberian stem cell cenderung aman untuk pembuluh darah, namun tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut dikarenakan terdapat pembuluh darah yang menunjukkan penebalan.

Diharapkan keikutsertaan mahasiswa UI pada ajang kongres internasional ini dapat membuka wawasan dan meningkatkan pengetahuan akademik serta menjadi bekal yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan di tanah air seperti dilansir dari laman antaranews.




Berita Lainnya
Metland Pasarkan Vila Royal Venya Ubud; Di Bali

Surabaya, Kabarindo- Pengembang properti PT Metropolitan Land Tbk (Metland) meluncurkan proyek terbaru Royal Venya Ubud di kawasan Ubud, Bali.

Royal Venya Ubud merupakan komplek vila mewah


Konser Kebangsaan RRI; Hibur Masyarakat Di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya

Surabaya, Kabarindo- RRI menghibur masyarakat dengan menggelar Konser Kebangsaan bertajuk Berkarya Dengan Semangat Kepahlawanan di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, pada Sabtu (18/11/2017) malam.

Menurut Soleman


Pemkab Klungkung; Punya Program Padat Karya

Semarapura, Kabarindo - Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali melaksanakan program pola padat karya yang mampu membangun insfrastruktur jalan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan usaha ekonomi masyarakat setempat.


Inggris Dukung NKRI; Papua Tak Terpisahkan

Sorong, Kabarindo- Pemerintah Inggris mendukung wilayah Papua dan Papua Barat tetap berada dalam kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam