Ciptakan Alat Pencegah Laka KA; Mahasiswa ITS Raih Piala Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Juara I Lomba Penelitian Ilmiah Transportasi 2017
Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan

Surabaya, Kabarindo- ITS meraih Piala Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award melalui tim mahasiswa departemen Teknik Industri yang menjadi Juara I dalam Lomba Penelitian Ilmiah Transportasi 2017 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan Indonesia.

Mereka adalah Reza Aulia Akbar, Raif Nova Riantama dan Muhammad Afif Purwandi yang menciptakan alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta api (KA) sejak dini. Perlombaan skala nasional ini berlangsung sejak 30 Maret lalu melewati tiga tahap.

Mereka mendapat penghargaan khusus yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, juga uang sebesar Rp.50 juta dan fieldtrip ke Beijing, Tiongkok, untuk mempelajari transportasi, khususnya perkeretaapian.

”Kemenangan ini sebanding dengan usaha tim kami yang telah melakukan penelitian selama 6 bulan yang bekerja sama dengan PT KAI Daop 8 Surabaya,” tutur Reza, ketua tim, pada Jumat (27/10/2017).

Tim ITS tersebut melakukan penelitian yang berfokus pada penyempurnaan teknologi deadman pedal yang dapat dioperasikan oleh masinis dalam keadaan setengah sadar. Penelitian ini membuahkan alat bernama Masinis Fatigue Detector (Maftec) untuk mencegah kecelakaan KA. Maftec bekerja dengan mendeteksi mata kantuk berdasarkan durasi lama menutupnya mata.

“Jika responden terdeteksi mengantuk, maka vibration armband akan bergetar, selanjutnya Maftec akan mengirimkan data peringatan normal atau kantuk ringan maupun kantuk berat ke PC melalui bluetooth dengan interface berupa peringatan,” ujar Reza.

Menurut ia, Maftec dapat bekerja lebih efektif dibandingkan deadman pedal yang selama ini diaplikasikan pada KA. Ini karena deadman pedal yang berfungsi sebagai alarm kesadaran masinis dan pengendalian KA menggunakan sistem 90/30 yang menandakan pedal memiliki set waktu 90 detik diinjak dan 30 detik dilepas. Sedangkan Maftec dapat bekerja lebih cepat.

Ke depannya, Reza bersama dua rekannya akan mengembangkan produk terkait dengan peningkatan spesifikasi komponen alat yaitu mini PC, webcam dan bluetooth, sehingga Maftec dapat bekerja dengan respon yang cepat serta memiliki akurasi tinggi.

Mereka juga akan melakukan inovasi terkait teknologi Night Vision untuk Maftec agar dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi mata kantuk masinis ketika malam hari di kabin lokomotif. Mereka juga ingin melakukan uji coba kelayakan Maftec secara langsung pada perjalanan KA yang melibatkan masinis. Selain itu juga akan menjajaki proses mendapatkan Hak Karya Intelektual (HaKI) atas inovasi Maftec sebagai detektor kelelahan-kantuk masinis terintegrasi.








Berita Lainnya
Indonesia Sambut Lenovo Miix 630; Awesome !

Jakarta, Kabarindo- Dalam rangkaian acara CES® 2018 tahun ini, Lenovo memperkenalkan hasil kerjasamanya dengan Qualcomm® and Microsoft® untuk mempersembahkan komputasi mobile kepada pelanggan dalam cara baru.


GITA WIRJAWAN; RESMI GABUNG DI ONLINEPAJAK

Jakarta, Kabarindo-  OnlinePajak sebagai penyedia jasa aplikasi perpajakan yang telah diresmikan oleh Direktorat Jenderal Pajak, mengumumkan Gita Irawan Wirjawan sebagai nama baru yang duduk di kursi manajemen.


Bank Commonwealth 2018; Dukung Desainer Lokal Perluas Pasar

Jakarta, Kabarindo- Fashion Show merupakan ajang penting untuk memperkenalkan karya desainer lokal ke khalayak luas.

Lewat dukungannya kali ini, Bank Commonwealth menekankan pentingnya pemberdayaan pengusaha


Nikmati Kuliner Singapura; Di Orchard Road Feast Shangri-La Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Anda sering melancong ke Singapura dan menyukai kuliner di negara tersebut?

Tak perlu jauh-jauh ke sana jika ingin berwisata kuliner. Anda bisa menikmati beragam