C Channel-Media Penyedia Konten Video Fashion Perempuan; Berformat Vertikal Pertama

Kontributor : Teks; Arul Arista / Foto2: IsT

Memperkuat Layananannya di Indonesia
Founder C Channel Akira Morikawa, mantan CEO LINE, memberdayakan Perempuan dan Generasi Millenials melalui ragam konten Video “How to”

Jakarta, Kabarindo– C Channel, start up media penyedia konten video fashion bagi perempuan asal Jepang, semakin memperkuat posisinya di Indonesia. Sebagai pionir video berformat vertikal berdurasi 1 menit untuk perempuan, C Channel Indonesia menawarkan berbagai inovasi produk konten video untuk memenuhi kebutuhan, sejalan dengan perubahan gaya hidup kaum millenial Indonesia, khususnya perempuan pada rentang usia 18-34 tahun.

C Channel hadir di Indonesia dengan mengakuisisi perusahaan start up lokal, PT Media Makmur atau lebih dikenal dengan Kawaii Beauty Japan pada November 2016 lalu. Hingga saat ini, basis penonton, fans dan followers C Channel Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. C Channel Indonesia dan juga Global telah hadir dalam sejumlah platform seperti Facebook, Instagram, Youtube, Website, Line, dan juga mobile apps.

Melalui platform tersebut, C Channel Global yang telah berada di 10 negara Asia memiliki lebih dari 50.000 video yang diproduksi secara profesional dan berkualitas. Bahkan hingga saat ini video yang diunggah tercatat memiliki 620 juta view di seluruh dunia. Adapun konten video fokus pada kebutuhan perempuan seperti beauty, cooking, lifestyle, fashion dan hairstyle.

Akira Morikawa – CEO C Channel Global menyatakan keyakinannya pada video yang dihadirkan C Channel akan memberikan pengalaman unik bagi kaum millenial, dengan mengedepankan tingkat kenyamanan tanpa harus mengubah posisi telepon genggam, yang selama ini diyakini menjadi hambatan.

“Kami percaya format video vertikal ini akan menjadi tren yang semakin luas di masa mendatang. C Channel yang kini telah berada di 10 negara Asia ini menyajikan tayangan video majalah fashion bagi perempuan. Terbukti sejak muncul di Indonesia akhir tahun lalu, C Channel dengan tampilan video vertikal berdurasi 1 menit ini telah berhasil mencuri perhatian pasar Indonesia,” jelas Morikawa dalam sesi pertemuan dengan media, Senin (18/9), di Jakarta.

Morikawa menambahkan berdasarkan data internal, C Channel Indonesia yang memiliki 2,6 juta fans dan 30 juta Monthly View berkontribusi terhadap 18 juta fans C Channel dan 620 juta Monthly View dari seluruh dunia. Hal ini menunjukkan respon pasar di Indonesia sangat baik, terutama 98% penontonnya adalah perempuan dan generasi millenials.

Berdasarkan survei Nielsen Consumer Media View yang digelar di 11 kota besar di Indonesia, internet berada di posisi ketiga yang banyak digunakan, setelah  televisi dan Out Of Home berada di posisi tertinggi. Hal itu menunjukan meningkatnya kecenderungan masyarakat yang mengakses beragam konten melalui media digital yang bervariasi. Data tersebut diperkuat dengan survey Nielsen yang menunjukan peningkatan konsumsi media digital terutama terhadap konten video. Dari survey tersebut, situs streaming mengambil porsi sedikit lebih besar dibanding portal TV online, Situs media online dan TV Internet berlangganan.

Keberadaan media sosial mendukung peningkatan pemanfaatan konten video tidak hanya pada dunia digital namun juga pada sisi marketing. Konsumen kini cenderung menghindari iklan dengan tipe hard selling dan lebih menyukai video dengan konten cerita yang menarik dan “dekat” dengan kehidupan mereka. Hal ini juga dilihat sebagai peluang oleh C Channel dengan menggandeng berbagai brand untuk menciptakan konten marketing yang menarik dan mengedepankan cerita menarik tentang produk mereka.

CEO C Channel Indonesia - Yamato Sasagawa mengatakan bahwa dengan adanya akuisisi perusahaan, posisi C Channel akan semakin kuat dan ia percaya bahwa dengan kurang lebih 200 ragam video yang dikeluarkan setiap bulannya, C Channel bisa menjadi inspirasi utama perempuan dan generasi millenials Indonesia dalam berkarya dan mewujudkan berbagai macam kreativitas serta aktivitas yang lebih banyak lagi, sesuai dengan bakat yang mereka miliki.

“Dengan membawa pengalaman Kawaii Beauty Japan selama 5 tahun di Indonesia, kami menyambut baik akuisisi ini dan optimis C Channel Indonesia dapat diterima oleh pasar Indonesia, yang diproyeksi menjadi pasar e-commerce terbesar keempat di Asia. Melalui konten video majalah fashion perempuan, kami akan gunakan kesempatan itu untuk memberikan informasi, edukasi, dan juga peluang bagi kaum millenial yang berbakat untuk menjadi clipper internasional dan menjadi bagian dari global network dengan ratusan juta pengunduh tetap setiap bulannya,” kata Sasagawa menjelaskan.

Saat ini C Channel Indonesia telah memiliki 2.6 juta fans di Facebook, 25 ribu followers di Instagram, 78 ribu Line friends dan 30 juta view per bulan di Facebook, dengan share tertinggi pada video “how to” yang memang sangat digemari perempuan millenial. Kedepannya, C Channel Indonesia akan menggaet lebih banyak talenta perempuan Indonesia dan influencer untuk memproduksi lebih banyak video berkualitas sehingga dapat melampaui 10 juta fans di Facebook hingga akhir 2017.







Berita Lainnya
Presiden Jokowi; Siap Buka Rakernas APDESI Di Medan

Medan, Kabarindo- Presiden Joko Widodo.

Ia dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Medan, Jumat.

"Ribuan kepala desa se


Bale Kambang & Gunungan; Mendunia Di Europalia Art Festival

Jakarta, Kabarindo- Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “LALU, KINI [Budaya Bendawi]” atau “PAST, PRESENT [Material Culture]” telah resmi dibuka
di Brussels dan Antwerp, Belgia, dalam rangka Europalia


Marlina; Jadi Jawara NETPAC Jury Award Di Polandia

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Award tersebut dari Five Flavours Asian Film Festival. Festival ke 11 ini diadakan pada 15-22 November di ibukota Polandia,


HSBC Bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) Gandeng Sampoerna University (SU); Berdayakan Istri Nelayan Lewat Edukasi Keuangan

MAKASSAR, Kabarindo– Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari