Wisata berlayar Indonesia; Menuju Kinabalu

Kontributor : Teks; Asrul Muchsen / Foto2: IsT

Yacht Visit Indonesia Sailing 2017

Kuala Lumpur, Kabarindo- Direktorat Pemasaran Kementerian Pariwisata Indonesia telah mempromosikan wisata berlayar "Yacht Visit Indonesia Sailing 2017" di Kota Kinabalu.

Menurut siaran pers KJRI Kota Kinabalu, Sabtu, kegiatan diselenggarakan di Marina Club Sutera Harbour Resort dengan mengundang 30 orang peserta pemilik kapal Yacht yang saat ini kapalnya sedang sandar di Kota Kinabalu.

Pejabat Kementerian Pariwisata Indra Eka Permana mengatakan mereka yang diundang adalah para peserta dari "Malaysia Sailing 2017" yang mengakhiri rangkaian kegiatannya di Kota Kinabalu dan kepada mereka ditawarkan melanjutkan perjalanannya menuju Raja Ampat di Papua.

Konjen RI Kota Kinabalu, Irfan, mengatakan misi dari kegiatan adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat utama kegiatan berlayar dengan Yacht.

"Kegiatan ini menawarkan kepada para hadirin destinasi Raja Ampat dimana rute-rute yang dilalui menuju lokasi adalah sangat menarik, dan Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu selalu mendukung kegiatan semacam ini," katanya.

Aji Sularso, nara sumber dalam kegiatan ini juga mengatakan hal yang sama bahwa dengan jumlah pulau yang dilalui menuju Raja Ampat cukup banyak dan seluruhnya menarik dikunjungi.

"Sudah sepatutnya Indonesia menjadi tempat pariwisata unggulan untuk olah raga berlayar karena memiliki laut yang terbentang dari barat ke timur dimana setiap tempat persinggahan memiliki obyek wisata yang unik untuk di-explore oleh para yacht sailor," kata Aji.

Raja Ampat sudah dikenal oleh para pelayar (yachter) mancanegara, beberapa peserta yang diundang beberapa sudah pernah berlayar kesana. Tracy Cindy salah seorang pelayar berusia 50 tahunan mengatakan sudah pernah belayar ke Raja Ampat dan masih antusias untuk datang lagi.

"Obyeknya sangat indah dan iklimnya sesuai karena tidak terlalu panas dan orangnya ramah tamah. Namun beberapa tempat harus diakui perlu penyempurnaan terutama mengenai kebersihannya. Masyarakat lokal dijumpai masih membuang sampah di laut atau di pantai sehingga dapat merusak karang," kata Cindy seperti dilansir dari laman antaranews.

Kegiatan akhirnya ditutup dengan tanya jawab tentang fasilitas yang dibantu dan disediakan antara lain kemudahan pengurusan visa, informasi rute perjalanan dan sebagainya.




Berita Lainnya
Santika Sajikan Kuliner Daerah; Rayakan HUT Ke-36

Surabaya, Kabarindo- Santika Indonesia Hotels and Resorts merayakan hari jadi ke-36 pada 22 Agustus 2017. Sebagai rasa syukur, Hotel Santika dan Hotel Santika Premiere di seluruh Indonesia


FFI 2017 Siap Di Kota Manado; 11 November Mendatang

Jakarta, Kabarindo- Akhir Agustus setelah gegap gempita HUT Kemerdekaan adalah pengumuman Manado sebagai kota penyelenggaraan puncak acara FFI 2017.

Leni Lolang selaku ketua panitia FFI dari


200 Prajurit TNI; Di Afrika Terima Medali CAR

Jakarta, Kabarindo- 200 Prajurit TNI, terdiri dari 178 TNI AD, 18 TNI AL dan 4 TNI AU yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga)


TNI AL; Bangun Dermaga Di Sangihe

Sangihe, Sulawesi Utara, Kabarindo- Komandan Pangkalan TNI AL Tahuna, Kolonel Pelaut Setyo Widodo, menyatakan, mereka akan segera membangun dermaga di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut dia, di