Indayati Oetomo; Bijaklah Menggunakan Sosial Media

Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Harus mampu mengontrol diri

Surabaya, Kabarindo- Aktif di social media (sosmed) tampaknya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari bagi masyarakat modern. Banyak orang merasa kurang gaul dan kurang populer jika tak memiliki akun di sosmed.

Banyak orang yang merasa eksis jika aktif di sosial media seperti Facebook (FB), Twitter dan Instagram. Mereka juga senang jika punya banyak follower yang terus bertambah. Mereka bangga jika sering meng-update status, membagi cuitan, mengunggah foto dan sebagainya kemudian dikomentari.

Indayati Oetomo, International Director lembaga pengembangan sumber daya manusia (SDM), John Robert Powers (JRP), dapat memahami dan memaklumi hal itu. Namun ia mengingatkan agar kita bijak dalam menggunakan sosmed.

Menurut ia, sosmed bak pedang bermata dua. Akan sangat bagus jika dimanfaatkan secara positif. Sebaliknya akan berdampak buruk jika digunakan secara negatif. Misalnya menyebar hoax, kebencian, menjelek-jelekkan seseorang.

“Sekarang di sosmed makin banyak muncul hate speech (ujaran kebencian) yang menjustifikasi orang secara negatif,” ujar Indayati di acara buka bersama pada Jumat (2/6/2017) malam.

Ia mengatakan, banyak orang berpikir, mereka bisa sesuka hati dalam bersosmed. Padahal ada rambu-rambunya. Namun hal ini sering tak diabaikan, sehingga mereka merasa bebas atau tak berpikir panjang sebelum mengunggah sesuatu.

Indayati menambahkan, banyak yang memanfaatkan sosmed misalnya untuk curhat, mengumbar urusan pribadi. Ini menunjukkan ego sentris dan sikap tidak dewasa. Mungkin tujuannya agar dikasihani, namun tak selayaknya demikian.

“Dari tulisan yang diunggah, bisa terbaca emosi orang tersebut, kematangannya, integritasnya, kepribadiannya,” ujarnya.

Menurut Indayati, lazimnya makin berumur seseorang, ia makin matang dan bijak. Namun usia tak selalu mencerminkan kematangan sikap, termasuk dalam menggunakan sosmed.

“Orang harus bijak dalam menggunakan sosmed, meng-update status, membagi sesuatu, mengunggah foto. Apakah bermanfaat untuk dirinya dan orang lain atau tidak. Sayangnya, banyak yang cenderung dikuasai ego,” ujar wanita yang awet muda ini.

Indayati sendiri mengaku tak punya akun FB, Twitter, Instagram atau semacamnya, karena tak ingin punya dan merasa tak perlu. Menurut ia, eksistensi diri tak harus dibuktikan dengan aktif di medsos, melainkan bagaimana integritasnya, perilakunya.

“Tiap orang semestinya punya wisdom. Berpikir, bicara dan bersikap dengan hati nurani. Juga memiliki kematangan dalam mengontrol diri,” pungkasnya.




Berita Lainnya
Agus Salim 'The Grand Old Man'; Dilayarlebarkan

Pavillon Petogogan, Kebayoran, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu sudah mengenal baik sosok pahlawan fenomenal, cerdas, humanis Hadji Agus Salim -1884-1954 ?

Yah, anak Minang yang berjuluk 'The


250 Perempuan Dari 27 Provinsi Di Indonesia; Ikut Hibah Cipta Media Ekspresi


Jakarta, Kabarindo- Satu bulan menjelang tutup pendaftaran, Cipta Media Ekspresi - hibah untuk perempuan pelaku kebudayaan di segala bidang seni - telah menerima lebih dari 250


Donasi TopDonasi100 TokoPedia; Makin Diminati

JAKARTA, Kabarindo– Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bekerja sama dengan Tokopedia melakukan penyerahan donasi Rp100 yang dihimpun dari Toppers (pengguna Tokopedia) kepada Lembaga Pembinaan Khusus Anak


ZALORA; Giatkan KAMPANYE "OWN NOW"

Jakarta, Kabarindo- ZALORA, destinasi fashion online terbesar di Asia, kembali meluncurkan kampanye terintegrasi di 6 negaranya.

Kampanye ini menempatkan fokus pada ZALORA sebagai fashion enthusiast