Brighter Gandeng Palladium & TNP2K; Fokus Di Bidang Kesehatan



Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Kurangi prevalensi diabetes dan hipertensi di Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Brighter bekerja sama dengan Palladium dan badan pemerintah Indonesia yaitu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk ikut berkontribusi di bidang kesehatan.

Brighter bergabung dengan Kemitraan Cegah Risiko Tinggi dalam Indonesia Mampu yang akan berkontribusi pada pengembangan Cegah Risiko Tinggi, sebuah inisiatif kesehatan di yang berfokus pada pengurangan prevalensi diabetes dan hipertensi di Indonesia. Kemitraan Cegah Risiko Tinggi akan berfokus pada beberapa provinsi melalui pendekatan multi-tahap.

Indonesia Mampu merupakan program kerja yang dipimpin oleh Palladium dan (TNP2K) untuk mengembangkan model keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan.

“Palladium & TNP2K antusias menyambut Brighter dalam Kemitraan Cegah Risiko Tinggi. Brighter memiliki pengalaman luas dalam menciptakan solusi inovatif untuk manajemen kesehatan dan sistem data terintegrasi perihal manajemen diabetes, yang merupakan kunci untuk meningkatkan lanskap diabetes di Indonesia,” ujar Armando Cubillan, Direktur Positive Impact Partnership Palladium Indonesia, dalam rilis yang diterima pada Senin (17/4/2017).

Statistik menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di kalangan kaum muda Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dan diperkirakan akan menjadi terbesar keempat di dunia. Cubillan berharap dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan memberikan dampak positif di Indonesia.

Kerangka kemitraan Indonesia Mampu untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia melalui program Positive Impact yang berdasar pada empat pilar, salah satunya adalah kesehatan yang fokus pada pengurangan prevalensi diabetes dan hipertensi di Indonesia. Pengetahuan dan teknologi Brighter akan penting dalam mencapai tujuan ini.

“Brighter berkomitmen untuk menyediakan akses ke manajemen diabetes dan solusi inovatif untuk pasien di seluruh Indonesia. Kemitraan ini akan membantu kita dalam memperkuat dan mewujudkan komitmen tersebut,” ujar Truls Sjöstedt, CEO dan pendiri Brighter.

Positive Impact memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Brighter akan bermitra dengan kementerian kesehatan, badan pemerintah, sektor swasta maupun masyarakat setempat.

Kemitraan Cegah Risiko Tinggi dalam Indonesia Mampu akan menyatukan lembaga-lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, profesional di bidang pengobatan diabetes, sektor swasta dan donor untuk menciptakan kesadaran akan diabetes, mengembangkan inisiatif promotif-preventif dan memfasilitasi pengobatan untuk mengurangi laju pertumbuhan diabetes di Indonesia.

Praktik Positive Impact Partnership dari Palladium menyediakan donor, pemerintah, investor dan sektor swasta dengan struktur pembiayaan dan program pelaksanaan baru yang mampu mengelola multi-aktor, koalisi lintas sektor untuk memberikan perubahan sosial yang berkelanjutan.








Berita Lainnya
Presiden Jokowi; Siap Buka Rakernas APDESI Di Medan

Medan, Kabarindo- Presiden Joko Widodo.

Ia dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Medan, Jumat.

"Ribuan kepala desa se


Bale Kambang & Gunungan; Mendunia Di Europalia Art Festival

Jakarta, Kabarindo- Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “LALU, KINI [Budaya Bendawi]” atau “PAST, PRESENT [Material Culture]” telah resmi dibuka
di Brussels dan Antwerp, Belgia, dalam rangka Europalia


Marlina; Jadi Jawara NETPAC Jury Award Di Polandia

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Award tersebut dari Five Flavours Asian Film Festival. Festival ke 11 ini diadakan pada 15-22 November di ibukota Polandia,


HSBC Bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) Gandeng Sampoerna University (SU); Berdayakan Istri Nelayan Lewat Edukasi Keuangan

MAKASSAR, Kabarindo– Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari