Peringati Hari Down Syndrome Dunia; Anak-anak Unjuk Kebolehan



Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Digelar di Shangri-La Surabaya, tampilkan anak-anak penyandang DS yang unjuk kebolehan dengan menyan

Surabaya, Kabarindo- Lobi dan ballroom Hotel Shangri-La Surabaya dipenuhi anak-anak dan orang tua mereka yang merayakan Hari Down Syndrome Dunia pada Selasa (21/3/2017).

Di lobi tampak meja-meja tempat orang tua berkonsultasi tentang kesehatan putra-putri mereka mengenai tumbuh kembang anak, genetika medik, mata, gigi, THT dan psikologi. Juga ada bazar dan pameran oleh anggota Perkumpulan Orang Tua Dengan Anak Down Syndrome (POTADS).

Sementara di dalam ballroom, digelar panggung hiburan dan unjuk kebolehan anak-anak penyandang down syndrome (DS) yang menampilkan nyanyian dan tarian termasuk tarian tradisional Remo serta modern dance.

Mereka tampil dengan berani, percaya diri dan ceria seperti anak-anak pada umumnya di Pentas Anak Down Syndrome yang digelar Shangri-La bekerja sama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahtraan Sosial (BK3S), POTADS dan Cahya Bhinartika yang mengambil tema My Voice, My Community.

Menurut Fajar Mulia, Execitive Communication Manager Shangri-La Surabaya, acara tersebut digelar dalam rangka Hari Down Syndrome Dunia yang diperingati setiap 21 Maret. Tahun ini merupakan tahun kelima. Acara diikuti 275 penyandang DS dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang dan Malang mulai usia balita hingga 24 tahun yang menampilkan berbagai atraksi.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak berkebutuhan khusus seperti mereka,” ujarnya.

Anastasia Repi, ketua panitia dan Ketua POTADS, menjelaskan tentang Hari Down Syndrome Dunia yang ditetapkan oleh PBB untuk diperingati setiap 21 Maret. Angka 21 merujuk pada kelainan kromosom ke-21 yang dialami penyandang DS, sedangkan Maret merujuk pada abnormalitas 3 kromosom.

Ana, sapaan Anastasia, mengatakan pentas tersebut digelar untuk memberi kesempatan penyandang DS termasuk anak-anak untuk unjuk kebolehan.

“Mereka juga bisa tampil menyanyi, main musik dan menari dengan gembira, berani dan percaya diri. Orang tua mereka tentu juga senang dan bangga melihat penampilan anak-anak mereka,” ujarnya.

Ana mengimbau para orang tua dan masyarakat untuk memperlakukan mereka seperti anak-anak normal pada umumnya agar mereka merasa sama seperti anak-anak lainnya. Namun memang dibutuhkan kesabaran dalam mendidik mereka.

“Perlakukan mereka seperti anak-anak normal supaya berani dan bisa bersosialisasi. Mereka juga bisa membantu di rumah. Tapi memang harus lebih sabar dan telaten mengajari mereka, perlu diulang-ulang sampai mengerti,” ujarnya.

Bagaimanapun, imbuh Ana, anak-anak tersebut adalah titipan Tuhan yang membutuhkan pengasuhan, dididik serta dijaga dengan baik.




Berita Lainnya
Presiden Jokowi; Siap Buka Rakernas APDESI Di Medan

Medan, Kabarindo- Presiden Joko Widodo.

Ia dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Medan, Jumat.

"Ribuan kepala desa se


Bale Kambang & Gunungan; Mendunia Di Europalia Art Festival

Jakarta, Kabarindo- Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “LALU, KINI [Budaya Bendawi]” atau “PAST, PRESENT [Material Culture]” telah resmi dibuka
di Brussels dan Antwerp, Belgia, dalam rangka Europalia


Marlina; Jadi Jawara NETPAC Jury Award Di Polandia

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Award tersebut dari Five Flavours Asian Film Festival. Festival ke 11 ini diadakan pada 15-22 November di ibukota Polandia,


HSBC Bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) Gandeng Sampoerna University (SU); Berdayakan Istri Nelayan Lewat Edukasi Keuangan

MAKASSAR, Kabarindo– Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari