KIB & KPAI; Dukung GeNAM....!


KIB dan KPAI Dukung GeNAM Fahira Idris

Erlinda KPAI Ajak Anti Miras....!

Atraksi Aktivis GeNAM pagi tadi
Kontributor : Teks & Foto2; Arul Arista (Senior Editor)

Stop Miras Di Convinience Store & Supermarket

Car Free Day, Sudirman, Jakarta, Kabarindo- Koalisi Indonesia BISA bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Tampak hadir, Ida Laniari bersama dengan puluhan aktivis anak dan perempuan dari Koalisi Indonesia BISA-KIB menggandeng Erlinda sebagai komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia-KPAI bersama dengan tokoh perlindungan anak sekaligus senior psikolog anak dari UI, Dhieny Tjokro ikut hadir mendukung Deklarasi Gerakan Nasional Anti Miras tadi pagi saat Car Free Day yang sukses di helat tadi pagi di Jakarta.

Redaksi menjumpai fakta menarik bahwa September 2013 lalu, artinya sudah setahun saat audiensi dengan Pak Ahok, GeNAM dijanjikan akan ada aturan yang melarang miras dijual kepada orang di bawah 21 tahun di Jakarta. Tapi, hingga sekarang janji itu belum terealisasi padahal sudah setahun lebih.

Hal itu dipapar lugas oleh Ketua Umum GeNAM Fahira Idris didampingi oleh Erlinda-KPAI, Dhieny Tjokro-Koalisi Anak Madani bersama KIB.

Menurutnya, penjualan miras di Jakarta sudah luar biasa bebas. Mini market, kata dia, dapat seenaknya menjual miras kepada siapapun termasuk anak usia sekolah.

Tentu saja yang dimaksud adalah banyaknya dan menjamurnya Convinience Store dan supermarket besar dan kecil.

Padahal, lanjutnya, perbuatan ini melanggar Peraturan Presiden (Perpres) 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Peraturan itu hanya memperbolehkan penjualan miras di hotel, bar, dan restoran.

Ada pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 43/M-DAG/PER/2009 dan 20/M-DAG/PER/4/2014 yang isinya serupa. Regulasi ini menjabarkan pelarangan penjualan miras di sekitar perumahan, sekolah, rumah sakit, terminal, stasiun, gedung olah raga, kaki lima, kios-kios, penginapan, dan. Bumi perkemahan.

Fahira menambahkan, Jakarta menjadi salah satu daerah yang belum memiliki peraturan daerah (perda) miras. Sementara, kota lain seperti Bandung, Depok, dan Balikpapan telah memilikinya. Untuk itu, ia berharap jajaran pemerintah DKI memperhatikan tuntutan mereka.

"Tidak adanya penegakan hukum membuat pemilik mini market tidak ada rasa takut menjul miras. Padahal ada Perpres dan Permendag yang melarang. Makanya untuk jangka pendek, SK Gubernur harus segera keluar, sembari mendesar DPRD Jakarta untuk segera membahas Perda Miras," papar anggota DPD DKI Jakarta baru yang 1 Oktober mendatang di lantik oleh KPU.

Ditambahkan oleh Erlinda bahwa miras merusak anak bangsa dan tentu saja miras punya dampak negatif terhadap kelangsungan masa depan mereka. Apalagi menurut Ida Laniari dari KIB saat memasuki supermarket atau convinience store sangat gampang menemukan minuman beralkohol dan terjangkau dari mata tiap pengunjung tak peduli usia dan seragam sekolah.

"Kami dari KIB mendukung GeNAM dan menyambut pelantikan Gubernur baru DKI dengan semangat yang sama bahwa tidak hanya miras tapi juga rokok karena selain berdampak tidak baik bagi kesehatan dan masa depan tapi rokok menjadi pintu masuk narkoba, apalagi saat pengaruh alkohol bisa memicu tindak kriminalitas di kalangan pelajar dan remaja sehingga miras harus dibatasi termasuk penjualan rokok di Jakarta dan kota-kota lainnya," papar Ida Laniari selaku Project Manager Koalisi Indonesia BISA yang diaminkan oleh Dhieny Tjokro pagi tadi.

Saat yang bertepatan bahwa KIB juga memetisi AhoK sebagai Gubernur DKI baru menggantikan Jokowi di change.org agar mewujudkan DKI Jakarta sebagai Kota Ramah Anak, untuk itu salah satu hak anak yang harus diperhatikan oleh Pemda adalah pembatasan miras dan rokok sehingga masa depan anak dan remaja betul-betul menjadi tanggung jawab bersama.


Welcome Mr. AhoK.............!




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih