AKSI SIMPATIK 5.000 TANDATANGAN Sukses; Kawal Pemerintahan Baru Jokowi JK


TIM KIB yang mengawal adalah Anton, Eka, Lina, Eko, Edo, Alex, Harry, Erwin Kori dan Lawyer Sahabat Anak serta lainnya

Aksi 80 Menit untuk Presiden Ke-7

Seniman Jalanan Ho-Titi
Kontributor : Teks & Foto2; Arul Arista (Senior Editor)

SUARAKAN HAK-HAK SIPIL DAN SOSIAL ANAK DAN PEREMPUAN

Car Free Day, Sudirman, Jakarta, Kabarindo- Saatnya memulai era baru dari pemerintahan yang responsif terhadap kasus anak dan perempuan.

Koalisi Indonesia BISA disingkat KIB yang menjadi koalisi para relawan pro Jokowi JK akhir pekan kemarin pas momen Car Free Day menggandeng komisioner KPAI Erlinda (sekretaris), KPC Melati, Pasukan Jarik, Koalisi Anak Madani dan masih banyak lagi berhasil mengumpulkan 5.000 tandatangan warga Jakarta yang sedang berolah raga untuk peduli pada kasus anak dan perempuan.

Tampak hadir Erlinda dari KPAI, Rina Zoet- KPC Melati, Velma Cs dari Pasukan Jarik bersama dengan TIM KIB seperti AruL, Agus Zubair, Ida SC, Erwin cs serta lainnya bersama dengan musisi Jalanan Ho dan Titi serta keterlibatan artis Nagaswara yang semuanya adalah pendukung pemerintahan baru, Ir. Joko Widodo sebagai Presiden Ke-7.

"Ayo bersatu salam tiga jari saatnya semua elemen masyarakat peduli dan terus mensuarakan hak-hak sipil dan sosial dari anak dan perempuan. Masih banyak kasus anak dan KDRT yang saat ini menjadi perhatian Presiden Ke-7 Joko Widodo, KPAI konsisten bersama dengan entitas madani lainnya untuk memperjuangakan Kota Ramah Anak serta sosialisasi UU PA agar revisi berjalan baik sehingga para pelaku kejahatan seksual dapat dihukum lebih dari 15 tahun sampai seumur hidup agar ada efek jera," papar Erlinda, Mpd sebagai salah seorang Komisioner KPAI yang konsisten mengawal kasus JIS, kasus Emon Bandung serta setia bersama dengan kasus-kasus lainnya.

Tidak hanya mereka karena KIB di atas panggung Car Free Day dari KPBB menggelar talkshow bersama Prof. Hamdi Muluk, DPD DKI Jakarta-Fahira Idris, Politisi Pro Perempuan & Anak Eva Sundari dan Tokoh Perempuan Nursyahbani Kartasungkana.

"DKI Jakarta akan saya perjuangkan menjadi Kota Ramah Anak, masak ibukota negara saja kalah dengan Depok misalnya maupun kota lainnya sehingga saya sebagai anggota dewan baru yang akan dilantik mendukung revisi UUPA yang diperjuangkan KPAI dan kelompok lainnya agar pelaku kejahatan seksual dapat hukuman setimpal," papar Fahira Lugas yang disambut riuh oleh para publik Jakarta yang sedang berolahraga.

Hal tersebut diaminkan oleh Eva Sundari dan Nursyahbani bahwa negara harus peduli apalagi anak adalah harapan bangsa dan diingatkan bahwa pemilih Ir. Joko Widodo saat ini lebih banyak perempuan daripada laki-laki karena faktor demografi kependudukan. Tentu saja hal ini menjadi concern semua pihak sehingga Prof. Hamdi Muluk dalam Talk Show berdurasi 40 menit itu mengingatkan bahwa Presiden baru harus tetap mempertahankan keberadaan KPAI malah KPAI didaerah harus dihidupkan lagi dengan pembiayaan masing-masing pemkab dan pemkot agar tercipta pengawasan akan maraknya kasus kekerasan dan kejahatan seksual anak dan perempuan akhir-akhir ini.

KIB mendapat surat terbuka dari tokoh anak, Seto Mulyadi berbunyi, "Saya sepenuhnya mendukung apa yang telah dan terus akan diperjuangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), maupun Komnas Perlindungan Anak. Bahwa saat ini anak-anak Indonesia masih mengalami berbagai tindak kekerasan, baik kekerasan fisik, psikologis maupun seksual. Apakah itu didalam keluarga, di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat.  Selain pemerintah, masyarakat luas dan media harus ikut bertanggung jawab dan terlibat aktif berperan serta untuk menghentikan tindak kekerasan terhadap anak ini.  Kasus-kasus perkosaan, sodomi, mutilasi dan kekejaman-kekejaman lain yang sangat mengerikan masih mewarnai kehidupan anak-anak kita. Sudah saatnya kita semua bergerak serentak untuk menghentikan semua kekejaman itu. Itu apabila kita benar-benar memimpikan suatu bangsa yang besar di masa depan. Karena bangsa ini akan memiliki kualitas manusia unggul di masa depan apabila para pemimpinnya terpenuhi hak-hak dasarnya selagi masa anak-anak.
Mari kita semua bersatu dan bekerja keras bersama untuk mewujudkan Indonesia yang ramah anak. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai anak-anak," seperti dibacakan oleh Erlinda KPAI.

Selintas tentang Koalisi Indonesia BISA-KIB
KIB sadar akan tanggung jawab sosial dari tugas mulia yang diemban sebagai mata dan telinga masyarakat SEBAGAI AGENT OF SOCIAL CHANGE. Sebagai seorang RELAWAN PRO JOKOWI JK yang berkutat dari SOSMED Twitter dan Whatsapp yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi dan pendidikan ingin MENGAWAL KABINET Indonesia Raya atau apapun namanya kelak untuk mensukseskan program INDONESIA BISA untuk Perempuan & Anak yang ada di daerah perantauan (TKI-TKW), pesisir (masyarakat nelayan) dan perbatasan.

Untuk itu kami berkumpul dengan kepentingan yang sama akan tugas sebagai seorang RELAWAN dari berbagai komunitas dan organisasi dalam KOALISI yang diberi nama:

“KOALISI INDONESIA BISA yang disingkat KIB”


Sesuai dengan amanat UUD 1945, pasal 28 tentang hak warga negara berorganisasi kami mendeklarasikan berdirinya KOALISI para Civil Society atua kelas menengah yang bangkit dalam euphoria menuju INDONESIA BARU agar tidak ILUSI dan Tong Kosong, Koalisi Indonesia BISA memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:

Visi:

1.    Mewujudkan solidaritas yang profesional dengan saling melengkapi satu dengan yang lain dalam wadah KOALISI untuk kepentingan PEREMPUAN dan ANAK.
2.    Menjembatani dan merealisasi program-program yang berkenaan Perlindungan Hak-Hak Dasar & Sosial, Pendidikan, Enterpreneurship dan Ekonomi Kreatif antar sesama anggota KOALISI dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.
3.    Bekerjasama dengan PRINSIP Kolektif Kolegial dengan MUSYAWARAH MUFAKAT sebagai pemersatu.

Adapun Misinya sebagai berikut:
1.    Penataan dan memberikan kepastian pelayanan informasi kepada masyarakat secara professional berkenaan Perlindungan Hak-Hak Dasar & Sosial, Pendidikan, Enterpreneurship dan Ekonomi Kreatif untuk PEREMPUAN dan ANAK bekerjasama dengan Kementerian, KPAI, Komnas Anak, Komnas Perempuan dan instansi terkait serta Pemkot dan Pemkab seluruh nusantara.
2.    Mewujudkan PROGRAM KERJA jangka panjang dan pendek yang memiliki skala prioritas sesuai dengan kebutuhan.
3.    Membantu Kabinet Indonesia Raya dan KPAI untuk mensukseskan program Perlindungan Hak-Hak Dasar & Sosial, Pendidikan, Enterpreneurship dan Ekonomi Kreatif untuk PEREMPUAN dan ANAK.

Acara juga diisi dengan peluncuran Hit Single dari KIB bekerjasama Nagaswara Record yang dinyanyikan oleh Seniman Jalanan Ho-Titi berjudul JOKOWI sebagai kado spesial sambut Presiden Ke-7, Ir. Joko Widodo.

"Kami para relawan mengawal pak Jokowi untuk 10 tahun ke depan dengan semangat Revolusi Mental yang memperjuangkan hal-hal sipil dan sosial anak dan perempuan di daerah perbatasan, pesisir dan perantauan bersama KIB," celetuk Ho Jalanan lugas.




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih