SIMBA Dancer Hong Kong; Rayakan Pesta Kreativitas Para BMI



Kontributor : Teks & Foto2; Arul Arista (Senior Editor)

Gelar Kompetisi Ekonomi Kreatif

Po Lam, Tsui Lam Community Hall, Hong Kong, Kabarindo- Siang nanti hingga matahari beringsut berganti bulan.

Para Buruh Migran Indonesia-BMI yang jadi sapaan TKW multitasking yang paling tidak patut diapresiasi eksistensi diri tidak hanya dengan profesi tetapnya sebagai domestic helper alias asisten rumah tangga saja.

Tapi dari pantauan BISA-Be Indonesian Smart n Active Care yang sudah memasuki tahun ke-4 bersama dengan para BMI Multitasking ada yang menggeluti profesi sebagai dancer, models, musisi, peragawati sampai host/mc.

Acara bertajuk 3th Anniversary SIMBA Dancer eksis dan berprestasi di Hong Kong dengan banyak mengantongi juara dan prestasi dengan banyak anggota akan menggelar kompetisi single dance, modern dance group, batik kreasi bebas dan kreasi hijab.

"Event kali ini menghadirkan para profesional dan media kondang dari Ibukota seperti penari profesional dan instruktur dari United Dance Works, ada mas Wandy selain itu dua designer dari APPMI yaitu Monika Jufri, Alphiana Chandrajani dan tentu saja mas Arul- Jurnalis senior dan pengggagas Bisa Care sebagai dewan juri," papar Rangga selaku pelaksana acara sumringah tadi malam kepada redaksi.

Lanjut dipaparkan lugas bahwa kompetisi tersebut akan diikuti oleh banyak grup tari dan rancangan kreasi para BMI yang hand made karena tidak ada mesin jahit di rumah majikan mereka masing-masing.

"Kami menciptakan koreo sendiri dan menari dengan bantuan MP4 dan smartphone. Saat libur kami berlatih terus sampai bisa ikut kompetisi," terang Rangga yang ikut menerima BISA Award 2014 siang nanti.

Sementara itu dari salah seorang dewan juri, Wandy sebagai profesional dancer mengaku sangat exciting dan bangga karena sebagai perantauan seperti mereka selain bekerja sebagai asisten rumah tangga atau adult sitter masih bisa buat koreo dan saling berkompetensi.

Lain lagi pendapat Monika Jufri sebagai salah satu designer APPMI yang sudah melalang buana dengan karya-karya sangat salut dan terheran-heran dari penjelasan Rangga sebagai BMI yang menjelaskan bahwa dominasi karya yang tercipta dari handmade tanpa mesin jahit sama sekali.

"Pointnya adalah negara harus hadir bersama dengan mereka untuk yang berprestasi dan saya secara pribadi ikut bangga karena rata-rata dari mereka yang merancang ada kandidat designer kelak di kampung mereka masing-masing sehingga kalau BNP2TKI berharap ada kompetensi TKW purna bisa jadi dari sini cikal bakalnya," paparnya optimis.

Redaksi memperoleh informasi peserta yang mendaftar sudah lebih dari 150-an orang dan sudah tampak berdatangan dari banyak penjuru dari Po Lam MTR Station menuju tempat acara yang piala juga ikut disiapkan dari Konjen khusus dari KJRI dan mendapat banyak sponsor termasuk BNP2TKI, Kemendag RI dengan Indonesia Kreatifnya dan Garuda Indonesia.


Bravo For BMI Hong Kong...............!




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih