Anggota DPR RI; Apresiasi Tindakan Aparat Hukum Hongkong soal TKI Erwiana




Erwiana Sebagai Pembelajaran Bangsa

Jumhur dan KJRI mendampingi
Kontributor : Teks; Harry Samputro / Foto2: IsT

Sikap Positif Dari Poempida Anggota Komisi IX DPR RI

Jakarta, Kabarindo- Aparat hukum Hongkong menangkap perempuan yang diyakni sebagai majikan TKI Erwiana Sulistyaningsih di bandara Hongkong, awal pekan ini. 

Perempuan yang diketahui bermarga Law itu dicokok saat hendak melewati pemeriksaan imigrasi. Ia memegang tiket pesawat tujuan Bangkok, Thailand. Langkah cepat aparat hukum Hongkong mendapat apresiasi  Anggota Komisi IX DPR RI.

“Saya mengapresiasi tindakan aparat hukum Hongkong menangkap majikan TKI Erwiana. Tindakan aparat hukum tersebut seharusnya dijadikan pelajaran bagi Malaysia dalam menyelesaikan kasus TKI Wilfrida,” katanya di Gedung DPR, Selasa (21/01/2014).

Sebelumnya diberitakan, TKI Erwiana mengalami penganiayaan oleh majikannya bernama Law Wantung. Erwiana mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh majikanya tersebut saat melakukan kesalahan. Dari keterangan Erwiana, Law tidak segan-segan memukul bagian muka dan bagian tubuh lainnya. Luka paling parah adalah di bagian pergelangan tangan dan kaki serta wajah yang lebam dan membengkak. 

Erwiana menceritakan bahwa dirinya juga diancam akan dibunuh oleh majikannya, apabila melaporkan dan menceritakan perihal kekerasan yang dialaminya.

Poempida mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini.  Dirinya juga akan terus melakukan tekanan kepada stakeholders terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan TKI.

“Kita akan terus memperkuat tekanan politis agar stakeholders terkait bekerja semua dalam satu koordinasi yang benar dan tujuannya tercapai,” tegas Poempida.

Menurutnya, persoalan TKI di luar negeri bisa menjadi bom waktu. Kurangnya koordinasi antar lembaga seperti  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BNP2TKI dan Kementerian Luar Negeri berujung saling ‘lepas tangan’ terhadap kasus TKI.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu mengatakan pemberian perlindungan dan pemberian bantuan hukum menjadi sorotan Timwas terhadap lembaga terkait dalam memberikan pelayanan terhadap TKI. Persoalan mendasar bagi TKI di negeri orang adalah perlakuan diskriminatif.

Poempida berpandangan, dalam menyoroti sebuah kasus TKI yang mengalami sandungan hukum di negara orang, dilakukan secara komprehensif oleh Timwas. Menurutnya, jika diperlukan lobi khusus kepada kepala negara yang menjadi domisili TKI dimaksud, Timwas dapat memberikan dorongan kepada presiden agar melakukan pendekatan. Langkah itu dilakukan agar upaya goverment to goverment (G to G) melalui lobi dapat menghasilkan solusi terhadap TKI yang mengalami ancaman hukuman di negeri orang.

“Kita bisa mendorong juga supaya presiden melakukan gerakan-gerakan lobi yang khusus terhadap para WNI di luar negeri,” ujarnya seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi pagi ini.




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih