Hong Kong Butuh 2000 Perawat Lansia; Dari Indonesia

Kontributor : Teks; Harry Samputro / Foto2: IsT

TKI Di Hong Kong adalah BMI

Jakarta, Kabarindo- Rumah perawatan orangtua lanjut usia atau panti jompo di Hong Kong kini membutuhkan sedikitnya 2.000 Tenaga Kerja Indonesia, untuk menjadi perawat/pengasuh (caregiver) di 570 panti jompo yang tersebar di wilayah tersebut dengan jumlah keberadaan lansia sampai sekarang sekitar 60.000 orang.

Sejauh ini, mereka dirawat oleh tenaga kerja asal Tiongkok dan Filipina, namun masih kekurangan 2.000 tenaga perawat. Karena itu diharapkan peluang ini diisi para TKI sektor formal berlatarbelakang keperawatan atau mantan TKI rumah tangga di Hong Kong yang terlatih.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M. Jumhur Hidayat, bersama jajarannya dengan agensi perekrut TKI asal Hong Kong di Gedung Konsulat Jenderal RI Hong Kong, Kamis (28/11) kemarin.

Dalam acara itu hadir pengurus Asosiasi Perekrut TKI Hong Kong yang mewakili 239 agensi penyalur TKI seperti Sim Siong Chew, Lie Tjen Kioe dan Diana Tjia. Turut pula mendampingi Jumhur antara lain Konjen RI Hong Kong, Chalief Akbar berikut jajarannya, Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro, serta Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yuliani Poeloengan.

Jumhur mengatakan, program penempatan TKI perawat lansia Hong Kong akan diatur dalam skema perjanjian P to P (Private to Private), yang melibatkan kerjasama Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dengan agensi penyalur TKI di Hong Kong.

"Prinsipnya, yang menjadi ujung tombak adalah kedua pihak swasta, sementara BNP2TKI berperan mengawasi ataupun menetapkan kategori terhadap kualifikasi TKI yang dibutuhkan tersebut," jelasnya.

Adapun jumlah 2.000 itu, tambah Jumhur, merupakan permintaan tahap pertama yang akan disusul dengan keperluan lebih besar lagi untuk tahap susulan.

Menurutnya, para TKI di sektor pengasuhan lansia Hongkong disyaratkan menguasai Bahasa China Kantonis sesuai permintaan agensi penyalurnya, apalagi rata-rata lansia di Hongkong dipandang tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa asing lainnya termasuk Inggris.

Penguasaan Bahasa Kantonis itu, tambahnya, akan disyaratkan ke dalam sertifikasi calon TKI perawat lansia Hongkong yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, di samping memuat adanya syarat pelatihan dan pengalaman memadai untuk pekerjaan itu. Sementara itu, para TKI perawat lansia akan dikontrak antara 2-3 tahun, dengan gaji berkisar 10.000 dolar Hong Kong (HKD) atau setara Rp 15 juta per bulan.

Lie Tjen Kioe mengaku mempunyai 20 panti jompo di Hong Kong namun sampai sekarang membutuhkan tenaga perawat orang jompo sejumlah 100 orang.

"Saya sangat membutuhkan caregiver, biar saya gaji 10.000 dollar Hong Kong per bulan," kata Lie.

Sementara Sim Siong Chew dalam pertemuan itu berharap, mereka mendapatkan TKI dari Indonesia baik pekerja rumah tanggal yang informal maupun formal seperti caregiver nanti tanpa melalui agen swasta atau perusahaan jasa tenaga kerja di Indonesia tetapi langsung dari pemerintah seperti BNP2TKI atau Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans). Pasalnya, kalau didapat melalui PJTKI Indonesia, agensi Hong Kong harus mengeluarkan uang banyak lagi untuk PJTKI.

"Mereka mintanya sampai Rp 8 juta per TKI Pak, mahal sekali. Kita nggak mampu," kata dia seperti dilansir dari laman beritasatu.















Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih