Negara Taiwan Butuh TKI; Sangat Membantu Mereka

Kontributor : Teks; Harry Samputro / Foto2: IsT

Taiwan Percaya Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sangat membantu masyarakat dan perusahaan pengguna jasa mereka di Taiwan.
Sebab, TKI di Taiwan sangat loyal dan semakin hari semakin berkualitas.

Hal itu dipapar lugas oleh Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Pan Shih-Wei, dalam sambutannya dalam pembukaan acara “Konferensi Perburuhan Taiwan–Indonesia Ketujuh” di Taipei, Taiwan, Jumat (29/11).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, dan jajarannya serta sejumlah pejabat dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan.

Data dari Kementerian Tenaga Kerja Taiwan menyebutkan, jumlah TKI di Taiwan sampai November 2013 adalah 209.910 orang, yang terdiri dari 165.619 orang pekerja sektor rumah tangga, dan 43.571 pekerja sektor formal. Pekerja formal antara lain bekerja sebagai pelaut sebanyak 8.140 orang dan yang lain bekerja di pabrik, konstruksi, dan panti jompo. TKI di Taiwan mendapatkan gaji rata-rata sebesar 19.047 won per bulan setara Rp 6 juta per bulan.

Pan Shih-Wei mengatakan, hampir tak ada permasalahan TKI di Taiwan. Itu semua karena TKI yang dikirim ke Taiwan berkompeten dan wataknya cocok dengan pengguna jasanya. Pan Shih Wei mengakui, memang ada permasalahan TKI di Taiwan yakni ada sejumlah TKI yang kabur dari rumah majikan serta biaya penempatan yang lumayan tinggi. “Nah, tujuan konferensi kita ini untuk menghilangkan masalah-masalah ini,” kata dia.

TKI di Taiwan biasanya sering mengganti majikan dengan cara kabur. “Dan ini merugikan majikan,” kata Pan Shih Wei.

Sementara Jumhur dalam sambutannya mengatakan, Taiwan adalah salah negara yang baik untuk tujuan penempatan tenaga kerja bagi Indonesia. “Permasalahan TKI di sini sangat kecil, dan memang kami mengirim tenaga kerja ke sini semuanya berkualitas,” kata Jumhur.

Jumhur berjanji akan mengurangi biaya penempatan TKI ke Taiwan. Sampai saat ini biaya penempatan TKI ke Taiwan sebesar Rp 18 juta per orang dan semuanya dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja.

TKI membayar ini dengan meminjam uang di Bank yang telah ditentukan pemerintah Indonesia dan pemerintah Taiwan seperti Bank China Trush dan sejumlah Bank Perkreditan Rakyat dengan bunga sebesar 28% per bulan. “TKI membayar uang yang dipinjamnya itu dengan cara gajinya dipotong setiap bulan sampai delapan bulan untuk TKI pekerja rumah tangga dan 10 bukan untuk TKI sektor formal,” kata Deputy Penempatan BNP2TKI, Agusdin Kusbiantoro. TKI yang bekerja di Taiwan sampai sama dengan TKI di negara lain dikontrak selama dua tahun dan bisa diperpanjang.

Data BNP2TKI menyebutkan besarnya gaji TKI sejumlah negara yakni di Korea Selatan gaji TKI mencapai Rp 22 juta per bulan per bulan. Untuk Jepang TKI yang menjadi perawat mendapatkan gaji sebesar 200.000 yen per bulan setara Rp 20 juta per bulan dan untuk careworker 150.000 yen setara Rp 15 juta.

Untuk Afrika (Geunia Equatorial) TKI mendapatkan gaji US$ 500- US$ 1.200 per bulan setara Rp 4,5 hingga Rp 10,8 juta per bulan. Untuk TKI ke Zambia mendapatkan gaji US$ 650 per bulan setara Rp 6,5 juta per bulan, lalu Papua Nugini sebesar US$ 400-US$ 2.000 per bulan setara Rp 3,6 juta hingga Rp 18 juta per bulan. Untuk TKI yang ke Myanmar mendapatkan gaji sekitar Rp 4 juta hingga Rp 10 juta per buan. Kemudian untuk Amerika Serikat mendapatkan gaji US$ 500-US$ 1.900 setara Rp 4,5 juta hingga Rp 17 juta per bulan seperti dilansir dari laman beritasatu.




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih