TKI Purna; Siap Dirinkan Koperasi


Jadi Enterpreneur Sukses
Kontributor : Teks & Foto2; Arul Arista (Senior Editor)

Mantan TKI didorong dirikan koperasi

Malang, Kabarindo- Bupati Malang Rendra Kresna mendorong para mantan Tenaga Kerja Indonesia yang kembali ke daerah itu untuk mendirikan koperasi sebagai bekal masa depan.

"Bila perlu di setiap kecamatan nantinya ada koperasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan semuanya harus maju," tegas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang tersebut di Malang, Minggu.

Oleh karena itu, dirinya menginstruksikan agar Dinas Tenbaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) daerah itu menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Selain menggandeng Dinas Koperasi dan UKM, lanjutnya, kedua instansi itu juga harus rajin turun ke daerah-daerah, terutama yang menjadi wilayah kantong TKI di Kabupaten Malang.

Saat ini, kata Rendra, sudah ada koperasi TKI yang sukses mengembangkan usahanya, yakni koperasi TKI di Kecamatan Kalipare, bahkan asetnya sudah mencapai miliaran rupiah.

Dengan mendirikan koperasi, ujarnya, diharapkan uang yang dikirimkan dari luar negeri ke Malang bisa aman dan berkembang, sehingga budaya konsumtif bisa dikurangi.

"Uang yang bergulir lewat koperasi itu pun tidak hanya bisa dinikmati oleh anggota TKI saja, tapi juga masyarakat di sekitarnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Malang Djaka Ritamtama mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius kepada para TKI tersebut, di antaranya sudah secara rutin memberikan pelatihan dan bimbingan agar para mantan TKI ini bisa membuka wirausaha baru.

Pelatihan yang diberikan kepada para mantan TKI itu di antaranya membuat kue, menjahit hingga tata rias. "Harapannya, para mantan TKI ini bisa langsung membuka usaha sendiri, meski hal itu bukan perkara mudah," tandasnya.

Djaka juga berharap para TKI asal Kabupaten Malang itu tidak selamanya bekerja di negeri orang dan pada saatnya nanti tetap kembali ke Tanah Air, sehingga para TKI yang purna ini harus dibekali dengan berbagai keterampilan.

Jumlah uang yang masuk ke Pemkab Malang dari para TKI yang bekerja di luar negeri selama 2013 (data hingga Oktober) mencapai Rp187 miliar.

Daerah kantong TKI di Kabupaten Malang adalah Kecamatan Bantur, Ampelgading, Donomulyo, Gondanglegi, Sumberpucung, Sumbermanjing, Dampit, Turen, dan Bululawang.

Djaka menambahkan bantuan yang diberikan kepada para mantan TKI itu tidak hanya berupa pelatihan, tapi juga berbentuk peralatan. Untuk menciptakan wirausaha baru di lingkungan para mantan TKI itu Pemkab Malang mengucurkan dana sebesar Rp2 miliar per tahun.

"Kami ingin para TKI yang kembali ke Tanah Air itu nanti tidak menghabiskan uangnya untuk kebutuhan konsumtif yang tidak perlu, tapi bisa diwujudkan dalam usaha sebagai bekal masa tuanya," tegas Djaka seperti dilansir dari laman antaranews.




Berita Lainnya
JAPNAS Jatim Terbentuk; Provinsi Ke-8

Surabaya, Kabarindo- Setelah hadir di 7 provinsi di Indonesia, Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) terbentuk di Jawa Timur pada Selasa (20/2/2018).

Pembentukan Pengurus Wilayah (PW) JAPNAS Provinsi


Indosat Ooredoo; Tuntaskan Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio 2.1 Ghz

Surabaya, Kabarindo- Indosat Ooredoo telah menyelesaikan proses penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz lebih cepat dari yang dijadwalkan oleh pemerintah.

Proyek penataan ulang pita frekuensi


XL Axiata Gandeng K-Link; Sediakan Sarana Komunikasi Bagi Member

Surabaya, Kabarindo- PT XL Axiata Tbk. bekerja sama dengan K-Link, perusahaan penjualan langsung (MLM) di Indonesia dalam penyediaan paket-paket data yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para member


Crown Group Berikan Panduan Investasi Di Australia; Pada Tahun Anjing

Surabaya, Kabarindo- Crown Group, pengembang properti residensial dan komersial di Australia, memberikan panduan bagaimana membuat pilihan terbaik dalam berinvestasi properti di Australia tahun ini.

CEO dan