Lebih Dekat Dengan Konjen Baru KJRI Hong Kong; Chalief Akbar Tjandradiningrat


Bersiraturahmi dengan Paskibraka TKW dan Pengurus Organisasi BMI Hong Kong
Kontributor : Teks: Arul ArisTa (Senior Editor) / Foto2: Ist

Pribadi Humanis & Humble

Jakarta, Kabarindo- BISA- Be Indonesian Smart & Active yang telah mengentaskan buku Catatan Inspiring BMI & Film Dokumenter MajikanKu Idolaku para BMI Hong Kong punya banyak lulusan dan srikandi BISA.

Salah satunya adalah Yuni BMI Asal Madiun yang sudah 3 tahun terakhir ini menjadi aktivis BISA dan tercatat lulusan Saint Mary's University dan menjadi senior Paskibraka sejak tahun lalu.

Ia bersama teman-temannya saat open house beberapa waktu lalu berkesempatan bercengkerama bersama dengan Konjen KJRI yang baru Chalief Akbar.

Ia pun memberikan foto-foto eksklusif via Facebooknya kepada redaksi.

Redaksi mendapati Chalief adalah pria kelahiran Semarang, 7 Januari 1964.

Ia adalah lulusan Fakultas Ilmus Sosial dan Politik, Hubungan Internasional Universitas Parahyangan.

Chalief pernah bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad, Pakistan; Washington DC, Amerika Serikat dan Singapura sebagai Kepala Bidang Penerangan Kedutaan Besar RI Singapura tahun 2003.

Jabatan terakhir Chalief sebelum dilantik sebagai Konsuler Jenderal untuk KJRI-HK adalah sebagai Direktur Konsuler Luar Negeri yang piawai mengidentifikasi masalah pelik para imigran gelap dan TKI.

Tentu saja berharap beliau dapat meneruskan hal-hal yang positif dan sudah terprogram dari Teguh Wardoyo sebagai pendahulunya yang sekarang sudah bertugas di Yordania yaitu menjadikan KJRI sebagai rumah bagi BMI dan seluruh WNI yang berada di Hong Kong dan Macau.

Ia bertugas bersama konsul baru, yaitu Helena Vera Tuanakotta sebagai Konsuler II dan Agus Cahyono Rasyid sebagai Konsul Penerangan. Dari kutipan media lokal, Agus pernah menyampaikan pesan untuk para BMI di Hong Kong.

Agus menyarankan para BMI menggali ilmu sebanyak mungkin. Sehingga kembali ke Tanah Air berubah nasib. “Agar nanti kalau kembali ke Hong Kong, bukan lagi untuk bekerja, tapi untuk jadi turis,” papar Agus.

Redaksi pun saat bertugas memang mendapatkan banyak program pembinaan KJRI yang berhasil sehingga menekan dari sisi jumlah TKI yang berada di Hong Kong dan Macau sehingga terjadi penurunan serta berupaya mencerdaskan BMI dengan banyak program-program enterpreneur bekerjasama dengan banyak kementerian mulai dari Kemenakertrans, Kemen PP & PA dan lainnya.

Kita tunggu saja gebrakan Chalief, selamat bertugas pak semoga pintu KJRI lebih sering terbuka dan senyum selalu terkembang untuk para BMI dan WNI di Hong Kong......!


Welcome Sir.........................!




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih