BMI Multitasking Makin Merebak Di Hong Kong; Awesome.....!


Mau Belajar & Berinvestasi Untuk Masa Depan


Kontributor : Teks: Arul ArisTa (Senior Editor) / Foto2: Ayyu Flash

Ikut Berbagai Kursus

Menteng, Jakarta, Kabarindo- Paling tidak satu hal yang Anda harus ketahui dari aktivitas TKW Hong Kong di bulan suci Ramadhan ini.

Tidak semua beraktivitas keagamaan dari koneksi jejaring sosial via WhatzUP dan We Chat dari salah seorang TKW yang kerap menyapa diri mereka dengan Buruh Migran Indonesia-BMI, Hermi Forever asal Jawa Tengah.

"Hong Kong sedang Summer mas, teman-teman BMI punya beragam aktivitas di tiap akhir pekannya. Kali ini saya ikut kursus kecantikan mas. Saya peroleh informasi dari koran berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong ada sekolah kecantikan. Namanya Farida International Academy of Aesthetics dimana tim pengajarnya dari orang-orang Hong Kong," jelas Hermi yang memang suka dengan dunia kecantikan.

Ia mengaku ingin punya keahlian khusus dan tentu saja ingin punya salon sendiri nanti dikampungnya atau paling tidak bisa dandanin para tetangga selain tentu saja untuk diri sendiri agar suami betah dirumah.

Hermi tidak sendiri karena masih banyak BMI lainnya yang menurut redaksi bisa dikategorikan BMI Multitasking karena punya keahlian khusus selain pekerja sektor informal laiknya yang Anda sering lihat seperti bersih-bersih rumah, mencuci, memasak, antar anak sekolah, jaga bayi sampai pengasuh kakek/nenek (Adult Sitter).

Dari DVD yang baru kelar diproduksi BISA Foundation tercatat Ariyul Azoel buka kursus gitar, ada juga yang ngajar motret, ada Rangga jadi Black Belt TaeKwondi, Pipiet Kinarya jadi pekerja seni dengan sanggarnya mengajar craft dan kerajinan tangan lainnya serta sanggar tari sampai jualan buku serta pekerjaan lainnya dan itu semua diperoleh secara otodidak atau sekolah formal dan non formal.

"Saya kursus kecantikan ini dengan merogoh kocek HKD$ 3.000-an lebih loh, saya bisa memilih potong rambut biasa, rias pengantin dan les lainnya dengan sertifikat saat lulus karena ada ujiannya. Ditempat kursus ini muridnya banyak dan punya kerjasama dengan pihak KJRI," tulis Hermi di akun Whatzupnya.

Memang dari pantauan redaksi dari Facebook bersama dengan 3.000-an TKW yang sementara berjibaku dengan profesinya sebagai Migran Workers di perantauan berkomentar beragam atas aktivitasnya yang tidak semua fokus pada libur Sabtu dan Minggu karena ada juga memilih libur Senin-Jumat.

Jelasnya pemerintah Hong Kong sudah sangat siap dengan sistem serta aturan ketenagakerjaan sektor nonformal sehingga menguntungkan TKW kita untuk belajar mengisi waktu luang agar punya keahlian khusus saat tiba ddi kampung halaman bisa menjadi enterpreneur dan membuka lapangan pekerjaan untuk teman-temannya.

"Saya akan buka salon dan saya akan ajak saja teman-teman yang mau jadi TKW agar lebih baik bekerja di kampung sendiri jadi dekat dengan keluarga walau gajinya pas-pasan tapi aman dan nyaman, bukan ?" tukas Hermi lebih lanjut.


Bravo BMI Multitasking......................!




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih