Indonesia Open 2013; Dinilai Sukses.......!



Kontributor : Teks: Ernawati / Foto-Foto: Ist

Jadi Ajang Setara Dengan All England

Jakarta, Kabarindo- Pagelaran Djarum Indonesia Open (DIO) 2013 selalu menghadirkan cerita tersendiri. Ajang bulu tangkis tahunan ini pun sepertinya telah menjadi magnet bagi pecinta bulu tangkis nasional.

Yang menarik, walaupun prestasi wakil "Merah Putih" di kancah dunia saat ini tengah menurun, faktanya kecintaan masyarakat terhadap olahraga tepok bulu ini tak pernah luntur. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) bahkan menobatkan DIO sebagai turnamen terbaik di dunia setelah All England, dalam segi penyelenggaraan.

Ya, perhelatan DIO 2013 memang bisa dibilang cukup sukses. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari jumlah kehadiran penonton pada tiap babaknya. Di ajang ini, dahaga penonton bulu tangkis Indonesia memang seakan terbayarkan, dengan banyaknya para pemain nasional yang tampil. Sejak babak pertama dipentaskan, Senin (10/6), antusiasme penonton sudah terlihat. Sekitar seribuan penonton terlihat memadati Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, di hari perdana.

Jumlah penonton semakin hari pun semakin meningkat. Antusiasme bahkan meledak di babak semifinal yang jatuh pada akhir pekan. Dari kapasitas 15.000 bangku penonton, sekitar 12.000 ludes terjual. Sayangnya, tiga dari empat wakil Indonesia di babak ini harus tumbang. Hanya pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang lantas melaju ke babak final.

Surutkah dukungan penonton kemudian? Ternyata tidak. Meskipun hanya mementaskan satu nomor pemain tuan rumah, fans Indonesia nyatanya tetap berbondong-bondong datang ke Istora pada Minggu (16/6) kemarin. Angkanya pun tidak kurang dari 12.000 penonton.

Setelah adem-ayem di dua partai awal, histeria penonton memuncak ketika menginjak partai ketiga. Sebab, itulah saatnya Ahsan/Hendra tampil menghadapi pasangan Korea, Lee Yong Dae/Ko Shung Yun. Teriakan penonton yang mayoritas remaja ini semakin memekakkan gendang telinga ketika pasangan peringkat 13 dunia itu memasuki arena pertandingan.

Yel-yel pembakar semangat terus diteriakkan penonton. Pekikan "Indonesia! Indonesia..!" terus menggema sejak dimulainya laga bergengsi itu. Istora pun seolah akan runtuh karena nyaringnya teriakan puluhan ribu penonton.

Sementara di lapangan, poin demi poin berhasil diraih Ahsan/Hendra. Setelah mereka menang di game pertama, penonton semakin menggila di game berikutnya. Mereka bahkan terlihat membuat gerakan ombak yang biasa ditemukan pada laga sepak bola. Bahkan, seakan larut dengan suasana, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang hadir juga tak mau ketinggalan meniru gerakan atraktif itu.

Teriakan seirama "Indonesia! Indonesia..!" pun terus berlanjut. Penonton seakan tak pernah lelah memberikan suntikan semangat. Tak mau mengecewakan para fans, Ahsan/Hendra pun akhirnya main bak kesetanan. Bolak-balik pemain Korea di-smash dan harus jatuh bangun mengejar shuttlecock. Tak perlu lama, pasangan Indonesia itu akhirnya memastikan gelar DIO 2013 dengan skor 21-14, 21-18.

Suporter di Istora saat itu memang luar biasa. Bisa dikatakan, tak ada lagi yang bisa menandingi militansi fans bulu tangkis Tanah Air. Lalu, apa tanggapan Ahsan/Hendra tentang dukungan melimpah yang mereka rasakan? "Jujur, saya tadi saya main sudah kehabisan stamina. Tapi, karena dukungan penonton, saya lupa akan hal itu," tegas Ahsan.

Faktor penonton memang telah menjadi bagian dari sebuah turnamen. Tak ayal, pihak penyelenggara pun bisa bernapas lega, karena hajatan ini disambut dengan baik.

Menurut Perwakilan PT Djarum, Roland Halim, antusiasme penonton di ajang DIO selalu meningkat tiap tahunnya. Jika tahun lalu, selama seminggu total penonton tercatat sebanyak 22.000, tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 26.000 orang.

"Tahun ini Indonesia Open sangat spesial. Terbaik dari segi penonton. Ini karena PBSI dan sponsor juga telah bekerja keras," kata Direktur Turnamen BWF, Darren Parks seperti dilansir dari laman beritasatu.




Berita Lainnya
Agus Salim 'The Grand Old Man'; Dilayarlebarkan

Pavillon Petogogan, Kebayoran, Jakarta, Kabarindo- Anda tentu sudah mengenal baik sosok pahlawan fenomenal, cerdas, humanis Hadji Agus Salim -1884-1954 ?

Yah, anak Minang yang berjuluk 'The


250 Perempuan Dari 27 Provinsi Di Indonesia; Ikut Hibah Cipta Media Ekspresi


Jakarta, Kabarindo- Satu bulan menjelang tutup pendaftaran, Cipta Media Ekspresi - hibah untuk perempuan pelaku kebudayaan di segala bidang seni - telah menerima lebih dari 250


Donasi TopDonasi100 TokoPedia; Makin Diminati

JAKARTA, Kabarindo– Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bekerja sama dengan Tokopedia melakukan penyerahan donasi Rp100 yang dihimpun dari Toppers (pengguna Tokopedia) kepada Lembaga Pembinaan Khusus Anak


ZALORA; Giatkan KAMPANYE "OWN NOW"

Jakarta, Kabarindo- ZALORA, destinasi fashion online terbesar di Asia, kembali meluncurkan kampanye terintegrasi di 6 negaranya.

Kampanye ini menempatkan fokus pada ZALORA sebagai fashion enthusiast