Yayasan BISA; Beri Kontribusi Revisi UU No 39 Tahun 2004



Kontributor : Teks: Wiwi Purniyati / Foto-Foto: AruL

Fraksi Demokrat Terima Buku Saya Bangga

Ruang Rapat Fraksi Demokrat DPR RI, Senayan, Jakarta, Kabarindo- Paling tidak hal yang membanggakan adalah para wakil rakyat mau mendengarkan.

Yah, surat audiensi dari Yayasan BISA yang memiliki Task Force BISA Centre yang mengkoordinir Bisa Care di 6 negara yaitu Hong Kong, Taiwan, Korea, Dubai, Singapura dan Malaysia.

Dijawab dengan forum diskusi hangat dan bersahabat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX dan juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Periode 2009-2014, Nova Riyanti Yusuf.

Nova didampingi oleh beberapa anggota komisi IX lainnya seperti Heriyanto, Soebagyo, Lina, Siti Mufattahah yang membidangi revisi UU No. 39 tahun 2004 yang sudah memasuki pembentukan pansus berupa Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (PPILN) yang merupakan Revisi UU No 39 tahun 2004.

Dijelaskan oleh wanita cantik, Nova Riyanti Yusuf  alumnusProgram Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa (FKUI) sekaligus penulis beberapa novel seperti Ode to Jamaica, Terlambat, Kaca atau non fiksi itu ada Psikologi Kelompok dan The Other, Evolusi Intensionalitas Politik.

"Kami bangga dan berterima kasih dengan pihak BISA-Be Indonesian Smart & Active yang mengembangkan bakat dengan 4 pilarnya yaitu Indonesia Bangga, Kreatif, Menulis dan Karakter menuju BMI-Buruh Migran Indonesia menjadi warga dunia kelas satu. Apalagi dengan terbitnya cetakan kedua full colour yang diperbanyak oleh Kominfo RI ini membuat pencitraan BMI makin positif karena isinya mengulas hal-hal yang inspiratif," ucapnya mengawali didampingi oleh rekan sejawatnya sesama partai Demokrat di Komisi IX.

Lanjut dijelaskan berdasarkan hasil revisi nanti, BNP2TKI akan berubah menjadi PPPLN yang merupakan kepanjangan dari Pelaksana Penempatan Pekerja Indonesia di Luar Negeri disingkat P3LN.

BISA hadir bersama pengagasnya Ir. Fachrul, Ir Andriansyah bersama personal trainer Dr. Purindro Santoso yang akan membawakan materi Karakter Kewirausahaan Minggu 07 Oktober mendatang di Lap Victoria Hong Kong bersama dengan mantan Country Manager BISa Care Hong Kong Wiwi Purniyati yang berstatus BMI Purna asal Cilacap bersama dengan Ellis T. Sastroamin peraih Bisa Award 2012 yang juga BMI Purna asal Bekasi.

"Sebenarnya UU No. 39 tahun 2004 sudah baik tapi pelaksanaannya saja yang banyak pungli dan diskriminasi, contohnya syarat berangkat itu 18 tahun dan saya sendiri saat itu berusia 19 tahun tapi dituakan karena alasan yang tidak jelas dan ujung-ujungnya biaya lagi. Terpenting adalah perlindungan berupa lembaga yang menyambut TKW mulai dari bandara HKIA sampai ke majikan termasuk membantu apabila ada masalah. KJRI belum maksimal menjalankan tugas pendampingannya sehingga masih banyak TKW yang terlantar," jelas Ellis yang kini bekerja di salah satu perusahaan Amerika dan bergaji USD 500 per bulan.

Sementara itu Wiwi Purniyati berharap pemerintah melalui legislasi para wakil rakyatnya agar para BMI punya gedung sendiri di Hong Kong sehingga kalau pun mau sewa dengan harga murah lengkap dengan fasilitas shelter, olahraga dan berkesenian.

"BISA House menjadi mimpi kami, pemerintah Philipina saja punya di Bayanihan, Kennedy Town masak Indonesia tidak bisa ? Hampir Sabtu atau Minggu BMI yang haus dengan kegiatan positif tidak punya ruang berkreativitas dan belajar menjadi enterpreneur. Satu-satunya tempat terbuka hanya Victoria Park dan sebagian di Kowloon Park bagi para BMI Hong Kong," imbuh Fachrul alias Arul sebagai salah satu penggagas BISA.


Makin Bangga Dengan BMI Hong Kong.....................!




Berita Lainnya
BNI Siap Bantu Modal Usaha Purna TKI; Awesome

Jakarta, Kabarindo- BNI bersedia membantu permodalan bagi purna tenaga kerja Indonesia yang ingin membuka usaha di Tanah Air.

"Apabila membutuhkan bantuan usaha, BNI bisa membantu melalui


"International Tobacco Cartoon Exhibition 2017"; Ajang 100 Karya Prestisius

Semarang, Kabarindo- Sebanyak 100 karya kartunis dari berbagai wilayah dunia mengikuti pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

"Dari


Pasar Kentang Goreng Indonesia; Makin Diminati Belgia

Jakarta, Kabarindo– Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri non-migas. Hal ini menarik para


Game Dawn of Civilization; Mulai Eksis Di Tanah Air

Jakarta, Kabarindo– Para ahli bidang pendidikan di Solve Education! merilis sebuah game, Dawn of Civilization yang diharapkan bisa membuat para anak-anak dan remaja di Indonesia menjadi lebih