


Kontributor : Teks: Selvianna Carolusia / Foto-Foto: Istimewa
Ayo Cinta Koin; Kampanye Peduli Koin Di Gelar....!
Saatnya Terima Koin Bukan Permen
Pemerintah mencanangkan Gerakan Peduli Koin Nasional pada hari ini untuk mengoptimalkan penggunaan uang pecahan kecil atau koin dalam kegiatan transaksi dan di sisi lain mendorong peritel untuk mengembalikan hak kembalian konsumen dalam bentuk uang.Jakarta, Kabarindo- Gerakan tersebut diprakarsai oleh Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan gerakan tersebut berawal dari pemantauan di lapangan bahwa banyak peritel yang tidak memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk permen.
Mari melanjutkan dari segi konsumen, sangat diharapkan agar peritel memberikan pilihan bagi konsumen untuk memperoleh kembali haknya berupa uang.
"Namun kami paham bahwa ada kekurangan suplai koin di peritel, sehingga peritel tidak mengembalikan hak konsumen berupa uang. Oleh karena itu, melalui gerakan ini diharapkan dapat mendorong tanggung jawab dari peritel dan di sisi lain membantu kita juga untuk menghimpun kembali koin-koin di masyarakat," katanya di sela-sela Pencanangan Gerakan Peduli Koin Nasional, hari ini seperti dilansir lebih dulu oleh Portal Bisnis.
Hal senada juga disampaikan Oleh Pejabat Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Menurut dia, ada kecenderungan dari masyarakat untuk menyimpan uang logam atau koinnya dengan tidak membelanjakan uang itu.
Hal tersebut, kata dia, menghambat perputaran uang logam sehingga mengakibatkan kebutuhan akan uang logam terus meningkat.
"Keengganan masyarakat untuk menggunakan uang logam antara lain disebabkan oleh karena tidak adanya media atau tempat untuk menyalurkan uang logam itu. Dengan gerakan ini. Kita harapkan uang logam akan tersalurkan dengan baik," katanya.
Ketua Umum Aprindo Benjamin Mailool mengatakan selama ini salah satu kendala yang dihadapi peritel adalah kekurangan suplai koin, sehingga pengembalian hak konsumen masih berupa permen.
"Dengan komitmen BI untuk membantu penukaran ini, kami berharap masalah koin bs teratasi," tuturnya.
Di kantong Anda Masih Ada KOIN.....?
Isi Komentar Anda














