Sunday , 16 May 2010-07:53:37
Kontributor : Teks & Foto-Foto: Arif Apriyanto- Eksklusif Dari Boyolali

Nikmati Pedasnya Sambel Tumpang & Sambel Lethok; Yummy.....!

Di Kab.Boyolali Muantep

Selama ini aku pikir sambel tumpang alias sambel lethok tuh budaya Merapi-Merbabu, ternyata di sragen juga terkenal luas lho…

Klaten, Boyolali, Kabarindo- Redaksi berkesempatan berakhir pekan di Klaten.

Selama ini, bahwa di daerah Klaten-Boyolali-Salatiga, sambel tumpang sangat akrab, tapi ketika berjalan ke arah timur, Boyolali timur, Solo, dan seterusnya, semakin tidak dikenal (kurang penggemar), hingga terus ke timur ke Nganjuk dan terutama Kediri sambel tumpang sangat disuka di sana.
 
Di Boyolali kebanyakan orang suka jenis sambel tumpang yang kental berwarna coklat mantap, dan semakin ke utara ke Salatiga semakin encer dan berwarna pudar dan kemerah-merahan. Sepertinya tergantung pada jenis tempe bosok yang digunakan. Kekentalan juga bisa diperoleh bagi mereka yg suka menggunakan santan.
 
Pedes? Wah, ada warung-warung tradisional (maksudnya sudah jualan sejak jaman dulu) menyediakan yang super pedas, tapi ada juga yang biasa yang kira-kira anak kecil suka dan bisa mentolerir.
 
Bisa ditemui di sembarang tempat, tapi sambel tumpang favoritku adalah di seberang KUD Boyolali Kota, perempatan jalan bis dari terminal kira-kira 400 meter. Dengan Rp 1.500,- sudah bisa memperoleh sambel tumpang yang dibungkus dan siap santap. Di tempat itu setiap pagi hingga siang selalu ramai, apalagi di hari libur menjadi jujugan para pengendara sepeda yg khusus mampir ke situ, bergantian dengan hari kerja saat “customer”-nya didominasi oleh pegawa-pegawai (negeri) yang biasa njajan sarapan kedua sekitar jam 9-10 pagi.
 
Yang enak juga adalah “aliran” Ampel (nama kecamatan Boyolali ke arah Salatiga), di sana ada Mbok Nah, dan yg paling mantap (termasuk harganya) adalah di Rumah Makan Elang Sari, sambel lethok selera restoran. Tapi tetep ada di sembarang tempat, mungkin tiap kampung ada penjualnya, paling tidak di lingkup Boyolali Kota dan sekitarnya.
 
Tren “kuliner malam” juga merambah menu Sambel Tumpang, bahkan dengan judul “Bubur Tumpang” banyak bermunculan.
 
Nasi, dengan sayur rebus (bayam, kecambah, pepaya muda, kubis), diberi sambel tumpang di atasnya menumpangi sayuran, mungkin dari situlah muncul sebutan sambel tumpang. Ada juga yang tidak suka pakai sayuran, cuma sambe lethok aja, maka muncullah nama sambel lethok.

Bagaimana menurut anda ?? Sudahkah anda mencoba Nasi Sambal Tumpang?? kalau belum sebaiknya anda mencobanya.


Selamat berkuliner. :-)


Isi Komentar Anda


Nama

Email

Judul

Komentar

Secure Image



Komentar Tentang Berita ini :
Pengirim : mbak HID
sambel tumpang mbok jolali

pas melintas boyolali dari jakarta ke solo sempet mampir di wr sambel tumpang depan KUD, pagi2 sarapan sambel tumpang hangat minum susu sapi coklat wow nikmat, dan pas balik ke jakarta lewat boyolali lagi mampir di soto segerrr mbok giyem, kapan ya..aku pulang kampung lagi,aku pasti mampir ke boyolali

 

template by Hosting Murah
develop by Sewaruang.Com © 2009.All Rights Reserved.